Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Haerul Saleh meninggal dunia dalam insiden kebakaran di kediamannya yang berlokasi di Tanjung Barat, Jakarta Selatan, pada Jumat (8/5/2026) pagi. Pihak kepolisian telah mengonfirmasi bahwa penyebab utama kematian korban murni disebabkan oleh peristiwa kebakaran tersebut.
Kepastian mengenai penyebab kematian ini disampaikan oleh pihak kepolisian berdasarkan hasil penyelidikan awal di lokasi kejadian. Sebagaimana dilansir dari Detikcom, petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mencari titik terang pemicu api.
"Bahwa benar penyebab korban meninggal dunia karena kebakaran dan bukan karena sebab lain," kata Kasie Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi Wibowo saat dihubungi, Senin (11/5/2026).
AKP Joko Adi Wibowo menambahkan bahwa pihaknya tidak bisa memberikan rincian lebih mendalam mengenai kondisi medis korban saat kejadian. Hal tersebut menurutnya merupakan wewenang tenaga medis dan ahli kedokteran untuk menjelaskan secara teknis.
Haerul Saleh dilaporkan sedang berada di lantai empat rumahnya bersama tiga orang karyawan saat api mulai berkobar. Pada saat itu, mereka sedang melakukan kegiatan pembersihan dan proses renovasi bangunan secara bersama-sama.
"Satu lantai, mereka sedang beraktivitas bareng bareng. Jadi lagi bersih-bersih, lagi renovasi atau apa. Lagi berkegiatan mereka bareng bareng sama Bapak itu," ujarnya.
Setelah api berhasil dikendalikan, jenazah korban langsung dievakuasi oleh petugas. Kepolisian menyatakan bahwa Haerul Saleh sempat dilarikan ke Rumah Sakit Pasar Minggu yang merupakan fasilitas kesehatan terdekat dari lokasi kejadian.
Penyelidikan di lokasi juga menemukan adanya barang bukti berupa cairan yang diduga menjadi pemantik api. Saat ini, kepolisian masih menunggu hasil penelitian mendalam dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri terkait zat kimia tersebut.
Peristiwa nahas ini terjadi pada pukul 07.53 WIB dan diduga dipicu oleh cairan kimiawi yang mudah terbakar. Dinas Pemadam Kebakaran mengerahkan sedikitnya 12 unit mobil damkar dan 48 personel untuk memadamkan api yang baru dinyatakan selesai pada pukul 08.49 WIB.
Kesaksian mengenai detik-detik awal kebakaran disampaikan oleh penjaga rumah yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung. Penjaga rumah tersebut mendengar teriakan peringatan dari korban yang berada di lantai atas sebelum api membesar.
"Bapak teriak, teriak kebakaran," kata Arpen di lokasi.
Mendengar teriakan tersebut, Arpen segera berupaya meminta pertolongan kepada warga sekitar. Ia juga langsung menghubungi dinas pemadam kebakaran karena situasi yang semakin panik dan membahayakan.
"Kita naik lagi sama ngasih tahu warga sini langsung telpon damkar," jelas dia.
Meskipun sempat mencoba kembali ke lantai atas untuk menyelamatkan penghuni, upaya tersebut terhambat oleh kondisi api. Arpen memberikan konfirmasi bahwa korban masih terjebak di dalam ruangan saat api menjalar.
"Kita naik ke atas, ternyata bapak masih di dalam," imbuh dia.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·