Jayapura (ANTARA) - Nasib tragis kembali menghantui klub legendaris dari Tanah Papua, Persipura Jayapura, yang gagal kembali ke Super League setelah kalah dari Adhyaksa FC dengan skor 0-1 di Liga 2.
Pertandingan itu berlangsung Jumat (8/5) di Stadion Lukas Enembe yang berlokasi di Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, Papua, dan disaksikan 35.335 penonton yang memadati stadion termegah di wilayah timur Indonesia, yang berjarak sekitar 35 kilometer dari kota Jayapura.
Puluhan ribu penonton yang merupakan pendukung Persipura itu rela masuk stadion dan menunggu tim kesayangannya sejak pukul 12.00 WIT. Padahal pertandingan yang dipimpin wasit Asker Nadjafaliev asal Uzbekistan itu baru bertanding pukul 17.00 WIT. Mereka berharap tim yang dijuluki Mutiara Hitam itu menang dan lolos ke Super League.
Akan tetapi harapan itu punah setelah Adhyaksa FC melalui pemainnya Adilson Silva berhasil membobol gawang Persipura yang dijaga Adzib Al Hakim Arsyad di menit 46 babak pertama.
Hingga peluit panjang dibunyikan wasit sebagai tanda berakhirnya pertandingan, pemain Persipura yang dilatih Rahmad Darmawan tidak berhasil membobol gawang Adhyaksa yang dijaga Jefri Wibowo Suliarno.
Selain kalah, Persipura juga harus menyaksikan para pendukungnya marah tak terkendali dan melakukan aksi anarkis dari dalam lapangan dan meluas dengan mengakibatkan 67 rusak dan dibakar. Sejumlah kendaraanhilang.
Akibat kerusuhan setelah kekalahan Persipura itu, ada 11 orang terluka, 10 di antaranya anggota Polri, termasuk Kapolres Jayapura AKBP Dionisius Helan.
Penantian panjang
Editor: Sapto Heru Purnomojoyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·