Aparat kepolisian memeriksa seorang pekerja rumah tangga berinisial D (30) yang selamat setelah melompat dari lantai dua rumah majikannya di Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, akibat mengalami tekanan psikologis.
Penyidikan kasus ini ditangani oleh Sat PPA PPU Polres Metro Jakarta Pusat untuk mendalami motif dan kronologi peristiwa tersebut, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
"Sudah (Diperiksa). Terkait ART yang lompat itu dari pelaksanaan penyidikannya oleh Sat PPA PPU Polres Metro Jakarta Pusat, termasuk korban yang selamat juga sudah diperiksa," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, kepada wartawan di Monas, Jakpus, Kamis (21/5/2026).
AKBP Roby Heri Saputra menambahkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan adanya bekas penganiayaan pada tubuh korban.
"Hasil pemeriksaannya tidak ada kekerasan fisik. Ya, mungkin tekanan secara psikologis aja," tutur AKBP Roby Heri Saputra.
Dalam perkembangan kasus yang sama, pihak kepolisian telah menetapkan dan menahan tiga orang orang tersangka berinisial AV, T alias U, dan WA alias Y di Mapolres Metro Jakarta Pusat.
"Penyidik bergerak secara profesional dan cepat. Tersangka T dan WA telah ditahan sejak 29 April 2026, sementara tersangka AV menyusul ditahan pada hari ini, 5 Mei 2026. Penahanan dilakukan guna kepentingan penyidikan lebih lanjut," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dalam keterangannya, Rabu (6/5).
Tersangka AV diketahui merupakan seorang advokat yang menjadi majikan dan diduga mempekerjakan korban lain berinisial R sejak November 2025 hingga April 2026, sedangkan T dan WA bertindak sebagai perekrut.
"Kami memastikan penanganan perkara ini dilakukan secara transparan dan tuntas. Para tersangka disangkakan dengan Pasal 446 KUHP, Pasal 455 KUHP, serta Pasal 76I jo Pasal 88 Undang-Undang Perlindungan Anak," jelas Kombes Budi Hermanto.
Pihak kepolisian juga menyita sejumlah barang bukti berupa dokumen korban, perangkat elektronik, rekaman DVR CCTV, serta hasil visum dan autopsi untuk memperkuat penyidikan.
Insiden melompatnya dua PRT tersebut terjadi pada Rabu (22/4) malam, yang mengakibatkan PRT berinisial R meninggal dunia, sementara D mengalami luka-luka.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·