Polisi Pisahkan Ribuan Demonstran di Luzern Swiss

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Pihak kepolisian di Luzern, Swiss, melakukan penjagaan ketat untuk memisahkan sekitar 1.000 pengunjuk rasa dari organisasi «Mass-Voll» dan 1.500 massa aksi tandingan pada Sabtu, 9 Mei 2026. Langkah ini diambil guna menghindari bentrokan fisik antara kedua kelompok yang berkumpul di area danau kota tersebut.

Massa dari organisasi «Mass-Voll» berkumpul di Kurplatz sebelum melakukan longmarch menuju kawasan kota tua sekitar pukul 15.00 waktu setempat. Berdasarkan laporan jurnalis SRF, para peserta aksi sempat berhenti di Gereja Jesuit setelah mendengarkan rangkaian pidato yang mengkritik paket perjanjian Uni Eropa dengan Swiss atau Bilateral III.

Aksi ini juga mendapat sorotan karena kehadiran anggota partai radikal kanan dari Hungaria dan Bulgaria yang telah diperkirakan sebelumnya. Sedikitnya satu anggota organisasi sayap kanan Junge Tat terpantau hadir di tengah kerumunan massa pengunjuk rasa tersebut.

Pada saat yang bersamaan, aliansi partai kiri dan komite 1 Mei menggelar aksi tandingan di Europaplatz yang terletak di sisi lain danau. Reporter dari kantor berita Keystone-SDA melaporkan bahwa massa di lokasi tersebut menyanyikan lagu-lagu dan mendengarkan orasi yang memperingatkan bahaya kebangkitan fasisme.

Ketegangan sempat meningkat ketika kelompok «Mass-Voll» melewati jembatan Seebruecke dalam perjalanan kembali ke Kurplatz. Sebagian massa aksi tandingan bergerak dari Europaplatz menuju halte bus di depan stasiun kereta api yang berjarak sekitar 50 meter dari lokasi massa lawan.

Personel kepolisian dengan perlengkapan anti-huru-hara lengkap segera membentuk barisan pembatas ketika massa aksi tandingan mulai meneriakkan slogan-slogan antifasis. Polisi juga menutup akses ke jembatan Seebruecke dan Kapellbruecke untuk memastikan kedua kelompok tetap berada pada jarak yang aman.

Kedua aksi demonstrasi ini sebelumnya telah mendapatkan izin resmi dari otoritas setempat meskipun sempat menuai kritik keras dari partai SP dan Green Party. Partai SP menyatakan kekhawatiran bahwa Luzern bisa menjadi lokasi parade bagi kelompok sayap kanan, sementara Green Party telah menyerahkan petisi dengan 2.500 tanda tangan untuk mencabut izin aksi tersebut.

Kekhawatiran keamanan ini berdasar pada insiden demonstrasi «Mass-Voll» di St. Gallen pada Februari lalu yang berakhir dengan kericuhan. Saat itu, pengunjuk rasa menerobos barikade polisi dan membawa senjata tradisional halberd, yang memicu pencabutan izin keamanan oleh pihak berwenang.

Aksi di Luzern kali ini berakhir kondusif tanpa adanya laporan mengenai bentrokan fisik antar-kelompok. Sekitar pukul 17.00, massa mulai membubarkan diri secara bertahap dari lokasi masing-masing menurut pengamatan reporter Keystone-SDA.