Polisi Selidiki Kematian PRT Loncat dari Lantai Empat di Benhil

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Dua orang pekerja rumah tangga berinisial R (15) dan D (30) nekat melompat dari lantai empat sebuah bangunan indekos di Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Rabu (22/4) malam. Insiden tragis ini mengakibatkan D meninggal dunia, sementara R mengalami luka patah tangan.

Dilansir dari Detikcom, lokasi kejadian berada di Jalan Bendungan Walahar Buntu Nomor 32 yang merupakan bangunan hunian sewa bertingkat empat. Korban jatuh di sisi kiri bangunan yang memiliki struktur balkon dengan pagar teralis besi hitam setinggi sekitar dua meter pada bagian bawahnya.

Polda Metro Jaya kini tengah melakukan pendalaman intensif untuk mencari adanya unsur pidana di balik aksi nekat kedua asisten rumah tangga tersebut. Investigasi difokuskan pada alasan para korban memilih melompat dari ketinggian yang mematikan itu.

"Kami sedang melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana yang terjadi," ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin.

Pihak kepolisian juga memberikan perhatian khusus pada keterangan awal dari korban selamat yang menyebutkan adanya perlakuan sadis dari pihak majikan. Pemeriksaan terhadap pemilik indekos atau majikan korban telah dilakukan pada Kamis (23/4) guna memverifikasi klaim tersebut.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold Hutagalung menegaskan bahwa pihaknya akan memanggil agen penyalur tenaga kerja untuk memperluas jangkauan penyelidikan kasus ini.

"Kami juga akan memanggil agen PRT untuk didalami keterangannya. Langkah ini penting agar penyidik mendapatkan informasi yang lengkap dan utuh, sehingga penanganan perkara dapat dilakukan secara profesional, cermat, dan berimbang," ujar Reynold.

"Terima Kost Mulia Residence 2. Fasilitas AC, Kulkas, TV Kabel, Bed & Frer Wifi," demikian isi tulisan pada papan informasi itu.

Hingga saat ini, korban R masih menjalani perawatan medis di rumah sakit sementara polisi terus mengumpulkan bukti di lokasi kejadian perkara yang telah ditandai dengan lingkaran bernomor. Petugas keamanan di pos sekuriti bangunan tetap berjaga meskipun aktivitas di dalam kosan terpantau sepi.