Polisi Tangkap Pelaku Pembakaran Acak di Matraman Jakarta Timur

Sedang Trending 49 menit yang lalu

Aparat Kepolisian Sektor Matraman menangkap seorang pria berinisial A (24) yang diduga melakukan aksi pembakaran sampah hingga pakaian di permukiman warga Pisangan Baru, Jakarta Timur, pada Minggu (10/5/2026) dini hari. Aksi nekat yang terekam kamera pemantau tersebut sempat memicu kepanikan warga di sejumlah titik lokasi kejadian.

Sebagaimana dilansir dari Detikcom, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor yang diduga digunakan pelaku untuk berpindah lokasi saat melancarkan aksinya. Penangkapan dilakukan setelah warga mengidentifikasi pelaku melalui rekaman CCTV dan mendatangi rumahnya bersama petugas gabungan dari kepolisian, Satpol PP, hingga pengurus lingkungan setempat.

Kapolsek Matraman AKP Suripno menjelaskan bahwa terduga pelaku langsung dibawa ke kantor polisi guna menghindari aksi main hakim sendiri dari massa yang emosi. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pelaku mengaku nekat membakar benda-benda di sekitar rumah warga karena dorongan internal.

"Mengamankan terduga pelaku yang membakar di sejumlah lokasi. Terduga pelaku diamankan di rumahnya," kata Kapolsek Matraman AKP Suripno.

Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa dorongan tersebut muncul berulang kali meskipun pelaku sempat merasa menyesal setelah melakukan aksi pertamanya pada dini hari itu.

"Pelaku udah kita amankan. Pengakuan dia selalu ada bisikan untuk melakukan itu. Setelah melakukan dia sadar menyesal. Tapi ada dorongan lagi melakukan itu," kata Kompol Suripno.

Guna memastikan kondisi mental pria tersebut, penyidik berencana melakukan pemeriksaan medis ke rumah sakit untuk memverifikasi kondisi kejiwaannya secara profesional.

"Dicek dulu RS (Rumah Sakit), lihat dari keterangan dokter," ucapnya.

Kanit Reskrim Polsek Matraman AKP Hari Wibowo menambahkan bahwa serangan tersebut dilakukan di tiga titik berbeda tanpa target spesifik yang direncanakan sebelumnya.

"Acak aja, hasil pemeriksaan sementara pelaku seperti ada gangguan kejiwaan. Ada tiga titik," kata Kanit Reskrim Polsek Matraman AKP Hari Wibowo.

Ketua RW 05 Pisangan Baru, Ramdani, membenarkan bahwa banyak warga dari wilayah RW 03 hingga RW 06 berkumpul di lokasi penangkapan karena merasa sangat resah dengan teror api tersebut.

"Warga itu dari tiga RW kemungkinan, RW 4, RW 5, RW 6, bahkan mungkin RW 3 juga ada. Setelah diketahui terduga ini ada di daerah sini, orang dari mana-mana nujunya ke sini," ujar Ramdani.

Berdasarkan rekaman kamera pengawas, aksi pembakaran diketahui terjadi secara berurutan pada pukul 03.00 hingga 04.00 WIB di wilayah yang saling berdekatan.

"Jam 03.00 sampai jam 04.00 dini hari kejadiannya. Setelah terlihat dari CCTV, dari sisi kanan kiri menjurus titiknya ke sini. Ternyata, orang tuanya juga mengakui setelah melihat CCTV, 'oh iya itu anak saya'," kata Ramdani.

Sosok A dikenal warga sebagai pribadi yang tertutup dan jarang bersosialisasi dengan pemuda lainnya di lingkungan tempat tinggalnya meskipun ia merupakan lulusan perguruan tinggi.

"Remaja, baru lulus kuliah. Umurnya sekitar 24 tahunan. Orangnya tertutup, jarang keluar, tidak berbaur dengan remaja lainnya," ucap Ramdani.

Warga semakin curiga dengan kondisi psikologis pelaku karena setelah menyulut api, A sempat kembali ke lokasi untuk memastikan apakah barang yang ia bakar sudah menyala atau belum.

"Kita ada anggapan ke situ. Soalnya, setelah dia eksekusi, api sudah nyala, dia balik lagi, dicek. Kalau niatnya mau bakar sekaligus kan biasanya langsung kabur, tapi ini dicek lagi, 'Oh sudah nyala belum?' begitu," ujar Ramdani.