Polisi Usut Penyebab Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Kabid Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto memberikan keterangan ledakan di SMAN 72 Jakarta di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (7/11/2025). Foto: Reno Esnir/ANTARA FOTO

Polisi terus mengusut insiden kecelakaan maut antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, yang menyebabkan 16 korban meninggal dunia. Proses penyidikan kini dilakukan dengan melibatkan sejumlah pihak terkait.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto mengatakan, peristiwa tersebut dalam tahap penyidikan dan pihaknya berkoordinasi dengan PT KAI serta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Sedang dalam penyidikan, berkoordinasi dengan KAI dan KNKT,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (29/4).

Secara terpisah, Budi menjelaskan penyidik masih mendalami kemungkinan adanya kelalaian manusia (human error) maupun gangguan sistem komunikasi dalam operasional perkeretaapian.

“Kami akan dalami apakah ini terkait human error atau ada kendala sistem. Semua akan ditelusuri melalui pemeriksaan saksi, barang bukti, dan hasil olah TKP,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (29/4).

Suasana di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (29/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

“Ini menjadi keprihatinan kita bersama. Saat ini penyidik masih mendalami rangkaian kejadian secara komprehensif,” ungkapnya.

Sementara itu, polisi juga memberikan pendampingan kepada korban dan keluarga terdampak, baik secara medis maupun psikologis. Budi turut mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarluaskan konten sensitif terkait korban.

“Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat melintas di perlintasan kereta api dan selalu mendahulukan perjalanan kereta. Selain itu, jangan menyebarkan foto atau video korban karena dapat berdampak psikologis bagi keluarga,” terang Budi.

Sebelumnya, kecelakaan tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam dilaporkan menewaskan 16 orang dan melukai puluhan penumpang.

Peristiwa itu bermula dari sebuah taksi yang mogok di perlintasan sebidang di kawasan Ampera, Bekasi Timur, akibat gangguan listrik. Taksi tersebut kemudian tertabrak KRL arah Jakarta.

Dampak dari insiden itu membuat satu rangkaian KRL tujuan Cikarang terhenti di Stasiun Bekasi Timur. Dalam kondisi tersebut, rangkaian KRL itu kemudian ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek.