Politik kemarin, Presiden soal kereta Bekasi hingga evaluasi Green SM

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Kami telah memberitakan sejumlah peristiwa terkait politik pada Selasa (28/4), dan berikut lima berita pilihan untuk Anda baca kembali pada pagi ini, yakni mulai dari Presiden Prabowo Subianto merespons tragedi kereta di Bekasi hingga Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan pemerintah akan mengevaluasi Green SM.

1. Prabowo sampaikan belasungkawa ke korban kecelakaan kereta di Bekasi

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa kepada para korban kecelakaan antara kereta api jarak jauh Argo Bromo dan kereta rel listrik Commuter Line yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4) malam.

Selengkapnya baca di sini.

2. Presiden pastikan korban kecelakaan KA Bekasi dapat santunan

Presiden Prabowo Subianto memastikan seluruh korban kecelakaan kereta api di Bekasi mendapatkan penanganan medis secara maksimal, serta jaminan kompensasi dari pemerintah.

Selengkapnya baca di sini.

3. Seskab: Kemenhub evaluasi taksi Green SM imbas tabrakan KA

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan Kementerian Perhubungan akan mengevaluasi taksi Green SM menyusul tabrakan antara kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek dan kereta rel listrik Commuter Line yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4) malam.

Selengkapnya baca di sini.

4. KSP siapkan posko dan layanan aduan masyarakat 24 jam

Kantor Staf Presiden (KSP) segera menyiapkan posko dan layanan aduan masyarakat 24 jam untuk memperkuat fungsi lembaga nonstruktural itu sebagai penyambung kebijakan pemerintah.

Selengkapnya baca di sini.

5. Prabowo siapkan Rp4 triliun perbaiki 1.800 perlintasan kereta di Jawa

Presiden RI Prabowo Subianto menyiapkan anggaran sekitar Rp4 triliun untuk memperbaiki 1.800 titik perlintasan kereta api di Pulau Jawa guna meningkatkan keselamatan transportasi publik.

Selengkapnya baca di sini.

Pewarta: Rio Feisal
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.