Jumlah anak yang menjadi korban pencabulan oleh seorang guru ngaji berinisial HO di Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur, dilaporkan bertambah hingga mencapai 12 orang.
Kepastian mengenai pelonjakan jumlah korban tersebut diperoleh usai kepolisian setempat melakukan proses pendataan bersama dengan perangkat desa serta pihak para korban, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Kamis (21/5/2026).
Pihak Kepolisian Resor Kediri mengungkapkan bahwa pengusutan kasus ini berjalan setelah adanya laporan dari salah satu orang tua korban yang mencurigai anaknya telah dicabuli oleh pelaku, yang kemudian diteruskan ke perangkat desa dan kepolisian.
"Pada saat dilakukan pendataan terhadap korban-korban yang ada, ternyata korban tersebut berjumlah cukup banyak," jelas Joshua Peter, Kasatreskrim Polres Kediri AKP, Kamis (21/5/2026).
Pengumpulan data lebih lanjut terus dilakukan oleh penyidik untuk memastikan seluruh korban yang menjadi target tindakan asusila tersangka dapat teridentifikasi seluruhnya.
"Berdasarkan data yang sudah kami himpun, terdapat 12 anak di bawah umur yang diduga menjadi korban pencabulan oleh tersangka," jelas Joshua Peter, Kasatreskrim Polres Kediri AKP.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih membuka posko pengaduan karena tidak menutup kemungkinan adanya korban-korban lain yang masih belum berani melaporkan kejadian yang dialaminya.
"Kami mengimbau masyarakat Kabupaten Kediri yang merasa menjadi korban agar segera melapor ke Unit PPA Satreskrim Polres Kediri," pungkas Joshua Peter, Kasatreskrim Polres Kediri AKP.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·