Polres Tangsel Selidiki Dugaan Kasus Child Grooming Kepala Sekolah SMK

Sedang Trending 44 menit yang lalu

Aparat Kepolisian Resor Tangerang Selatan menyelidiki dugaan manipulasi psikologis terhadap anak atau child grooming yang diduga dilakukan seorang kepala sekolah berinisial AMA kepada siswi sebuah SMK swasta di Pamulang, Tangerang Selatan, menyusul viralnya informasi tersebut di media sosial.

Penyelidikan kasus di lingkungan institusi pendidikan ini bermula dari pelacakan tim siber terhadap sejumlah pemberitaan yang beredar luas di jagat maya, seperti dilansir dari Detikcom.

"Kemarin kita lakukan penyelidikan berdasarkan dari hasil patroli siber terdapat beberapa link berita viral di medsos," kata Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Wira Graha Setiawan saat dikonfirmasi, Sabtu (16/5/2026).

AKP Wira Graha Setiawan mengonfirmasi bahwa terduga pelaku telah mendatangi langsung markas kepolisian untuk memberikan klarifikasi mengenai rumor yang berkembang di masyarakat.

"Di tengah kami lakukan penyelidikan ke sekolahan, kami dapati informasi bahwa Saudara AMA tiba di Polres Tangerang Selatan untuk mengkonsultasikan berita yang sedang beredar di media sosial. Kemudian unit PPA langsung mengambil keterangan yang bersangkutan hingga kurang lebih pukul 23.00 WIB malam," tutur Wira.

Sejumlah akun anonim di media sosial membagikan cerita mengenai pola pendekatan terduga pelaku yang menyasar siswi dengan kondisi kurang perhatian dari sosok ayah atau fatherless, dan tindakan tersebut dilaporkan telah berulang kali terjadi.

Berdasarkan data Komnas Perempuan, child grooming didefinisikan sebagai kekerasan berbasis gender yang mengeksploitasi relasi kuasa tidak seimbang melalui manipulasi emosional dan normalisasi perilaku seksual secara bertahap demi mengisolasi korban.

Merespons situasi tersebut, pihak yayasan yang menaungi sekolah menengah kejuruan swasta di Pamulang langsung mengambil tindakan tegas berupa pemberhentian sementara terhadap kepala sekolah bersangkutan.

"Yayasan bersama manajemen sekolah telah mengambil langkah-langkah responsif. Penonaktifan jabatan dilakukan demi menjunjung tinggi transparansi dan kelancaran proses investigasi. Saat ini yang bersangkutan telah dinonaktifkan sementara dari jabatannya hingga proses pemeriksaan internal dinyatakan selesai sepenuhnya," tulis akun Instagram @letrispamulangofficial seperti dilihat, Jumat (15/5).

Pihak manajemen institusi pendidikan terkait juga menyatakan telah membentuk tim investigasi internal khusus untuk mengumpulkan fakta-fakta lapangan serta berkomitmen penuh menyelesaikan perkara ini lewat jalur hukum yang berlaku.

"Fokus utama kami saat ini adalah memastikan lingkungan belajar tetap aman dan kondusif bagi seluruh siswa-siswi," tulis manajemen yayasan dalam pernyataan resminya.