Polri Gerebek Markas Judi Online Internasional di Jakarta Barat

Sedang Trending 3 jam yang lalu

Bareskrim Polri bersama Polda Metro Jaya melakukan penggerebekan terhadap sebuah markas judi online di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, pada Sabtu (9/5/2026). Operasi besar-besaran ini berhasil mengungkap jaringan internasional yang menargetkan pemain dari mancanegara.

Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa sindikat ini mempekerjakan ratusan orang untuk menjalankan operasional situs tersebut. Sebagaimana dilansir dari Detikcom, para pelaku ditangkap tangan saat tengah mengoperasikan aktivitas perjudian secara daring.

"Untuk korban sementara dari hasil penelusuran kami berdasarkan analisa bahwa yang menjadi korban ini rata-rata adalah warga negara luar," kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Wira Satya Triputra dalam jumpa pres di TKP, kawasan Hayam Wuruk, Jakbar, Sabtu (9/5/2026).

Penyidik mengidentifikasi bahwa peran para staf di lokasi tersebut terbagi menjadi beberapa divisi teknis untuk menjaring nasabah. Fokus operasi mereka adalah mencari target di luar wilayah Indonesia melalui sistem komunikasi digital.

"Karena bagian telemarketing, bagian blasting dari pada web tersebut, kemudian bagian customer service yang mencari nasabah baru, rata-rata korbannya dari luar," jelasnya.

Sebanyak 321 warga negara asing (WNA) dari berbagai negara di Asia diamankan dalam pengungkapan kasus ini. Data kepolisian merinci para pelaku terdiri dari 228 warga Vietnam, 57 warga Tiongkok, 13 warga Myanmar, 11 warga Laos, 5 warga Thailand, serta masing-masing 3 warga dari Malaysia dan Kamboja.

"Dari para pelaku yang berhasil kita amankan, jumlahnya mencapai 321 orang," kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Wira Satya Triputra.

Hingga saat ini, ratusan WNA tersebut masih menjalani proses pemeriksaan intensif oleh tim penyidik di lokasi kejadian. Polisi terus mendalami keterlibatan tiap individu dalam struktur organisasi judi online tersebut.

"Untuk para pelaku sampai saat ini masih ada di atas, masih lagi kita lakukan pemeriksaan dan pendalaman secara intensif ya," kata Wira.