Populer: Anggota BPK Meninggal karena Kebakaran; LPG 3 Kg Diganti CNG

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Kondisi rumah Haerul Saleh usai terbakar di TB Simatupang, Jumat (8/5). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Meninggalnya anggota BPK Haerul Saleh menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Jumat (8/5).

Selain itu, ada soal wacana konversi gas melon ke CNG. Berikut rangkuman berita populer tersebut.

Anggota BPK Haerul Saleh Meninggal karena Kebakaran

Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia, Haerul Saleh, meninggal dunia akibat musibah kebakaran di kediamannya pada Jumat (8/5). Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman turut melayat dan mengantar jenazah dari RSUD Pasar Minggu. Kabar duka ini menyelimuti keluarga besar Kementerian Pertanian dan berbagai pihak.

Mentan Amran menyampaikan duka cita mendalam, mengenang almarhum sebagai sosok sederhana, pekerja keras, dan memiliki dedikasi tinggi terhadap bangsa dan negara. Beliau dikenal sebagai figur yang profesional, mengedepankan integritas, serta memiliki komitmen besar dalam menjaga tata kelola pemerintahan yang baik. Kepergian Haerul Saleh merupakan kehilangan besar bagi Indonesia, khususnya dalam upaya memperkuat akuntabilitas pemerintahan.

instagram embed

Masyarakat Tak Perlu Ganti Kompor saat Gas Melon Diganti CNG 3 Kg

Pemerintah tengah mengkaji wacana konversi tabung gas LPG 3 kg ke Compressed Natural Gas (CNG) 3 kg, dengan fokus utama pada aspek keselamatan dan teknis pemasangan. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas), Laode Sulaeman, menegaskan bahwa hasil kajian oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi Lemigas akan rampung dalam tiga bulan mendatang. Ditekankan bahwa masyarakat tidak perlu mengganti kompor yang sudah ada, karena desain tabung CNG Tipe 4 akan disesuaikan agar "plug and play" dengan kompor LPG.

Konversi ini didorong oleh lonjakan konsumsi LPG yang melampaui 7 juta ton per tahun, menyebabkan ketergantungan impor signifikan dan membebani subsidi energi serta devisa negara. Dengan memanfaatkan bahan baku CNG dari lapangan migas domestik, pemerintah memperkirakan dapat menghemat subsidi energi sekitar 20-30 persen. Indonesia berpotensi menjadi yang pertama di dunia memproduksi tabung CNG 3 kg tipe 4, yang ringan dan kuat, menandai inovasi dalam mitigasi beban subsidi dan peningkatan ketahanan energi nasional.