Gojek yang mengubah skema GoRide Hemat menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Selasa (19/5). Selain itu, kunjungan sejumlah pejabat ke Bursa Efek Indonesia (BEI) di tengah pelemahan IHSG. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:
Gojek Ubah Skema GoRide Hemat usai Prabowo Minta Potongan Ojol di Bawah 10%
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk merespons Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online dengan mengubah skema bagi hasil GoRide.
Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo, mengumumkan bahwa 92 persen dari setiap perjalanan GoRide kini menjadi hak pengemudi, sebuah peningkatan signifikan dari skema sebelumnya.
“Kami berkomitmen untuk menyesuaikan skema bagi hasil di mana 92 persen dari setiap perjalanan GoRide akan menjadi hak pengemudi. Ini adalah perubahan yang cukup besar untuk kami,” kata Hans dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa (19/5).
Kebijakan ini merupakan investasi jangka panjang untuk ekosistem yang lebih sehat, meskipun berpotensi menurunkan pendapatan perusahaan dari layanan GoRide.
Untuk menjaga keberlanjutan pendapatan mitra dan jumlah pesanan konsumen, Gojek memastikan tidak ada perubahan harga bagi GoRide reguler. Selain itu, program langganan GoRide Hemat yang diuji coba sejak November 2025 dan diperluas Februari 2026 akan dihentikan, dan layanan GoRide Hemat akan mengikuti sistem bagi hasil 8 persen seperti GoRide reguler.
Penyesuaian ini diklaim untuk mendukung kesejahteraan mitra pengemudi setelah evaluasi menunjukkan perlunya keseimbangan yang lebih baik.
Gojek juga berkomitmen memperkuat program kesejahteraan mitra dan keluarga mereka, seperti Bonus Hari Raya dan BPJS Ketenagakerjaan.
Sebagai bagian dari strategi mitigasi dampak kebijakan baru, Gojek akan mengoptimalkan lini bisnis lain dalam ekosistem GoTo, termasuk layanan pengantaran, logistik, finansial, dan layanan digital, untuk menopang pertumbuhan perusahaan. Proyeksi kinerja kuartal II 2026 sejauh ini masih terlihat baik, menunjukkan optimisme terhadap adaptasi strategi bisnis.
Dasco, Ketua OJK, hingga Danantara Sambangi BEI di Tengah Pelemahan IHSG
Sejumlah pejabat tinggi, termasuk Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, dan Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani, mendatangi Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (19/5) di tengah tekanan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Pada sesi I perdagangan, IHSG tercatat melemah 202,971 poin atau 3,08 persen ke level 6.396,268, setelah sempat mencapai level terendah 6.376,343.
Diskusi antara DPR, regulator, dan otoritas pasar modal berfokus pada upaya menjaga dan memperkuat kepercayaan investor, baik global maupun domestik.
Sufmi Dasco Ahmad menyatakan optimisme terhadap penguatan pasar modal Indonesia ke depan, didukung oleh pertumbuhan investor ritel dan kondisi fundamental ekonomi domestik yang dinilai tetap baik.
“Kami tadi sudah banyak berdiskusi tadi di atas bagaimana kita meyakinkan untuk menguatkan investor global, yang akan masuk di bursa dan sedang di bursa,” ujar Dasco di Gedung BEI.
Ia berharap langkah perbaikan regulasi dan pengawasan yang dilakukan dapat membuahkan hasil positif setelah akhir Mei mendatang, khususnya setelah tanggal 29 Mei terkait MSCI.
Ketua OJK, Friderica Widyasari Dewi, menambahkan bahwa pergerakan IHSG saat ini semakin mencerminkan fundamental pasar, tidak hanya sentimen jangka pendek.
Indeks kini bergerak relatif sejalan dengan indeks acuan MSCI serta subindeks utama seperti LQ45 dan IDX30, mengindikasikan proses pembentukan harga saham (price discovery) yang lebih sehat. Pembenahan regulasi dan pengawasan oleh otoritas pasar modal mulai menunjukkan dampak positif, menandakan stabilitas pasar yang lebih baik.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·