Populer: RI Kaji CNG Tabung 3 Kg Pengganti LPG; IHSG Melesat, Rupiah Menguat

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Produk gas bumi CNG Subholding Gas Pertamina, PT PGN Tbk, mulai disalurkan ke Kota Balikpapan Kalimantan Timur. Foto: Dok. PGN

Konversi LPG ke CNG menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Kamis (7/5). Selain itu, pergerakan IHSG dan penguatan rupiah. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:

RI Kaji CNG Tabung 3 Kg untuk Pengganti LPG, Diklaim Pertama di Dunia

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mengkaji penggunaan tabung Compressed Natural Gas (CNG) berukuran 3 kilogram (kg) sebagai alternatif pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) untuk kebutuhan rumah tangga. Langkah ini diklaim akan menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di dunia yang mengimplementasikan CNG 3 kg.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Laode Sulaeman, menjelaskan CNG adalah gas alam yang dikompres hingga tekanan 250 bar, berbeda dengan LNG yang berbentuk cair. Teknologi tabung CNG telah berkembang dari tipe 1 (logam murni) hingga tipe 4 (komposit fiber) yang lebih ringan dan kuat, yang akan diaplikasikan untuk tabung 3 kg ini.

Pemanfaatan CNG diharapkan dapat mengurangi beban subsidi energi secara signifikan, diperkirakan antara 20-30 persen, sekaligus menghemat devisa negara. Bahan baku CNG dapat dipasok dari lapangan-lapangan migas domestik yang sudah ada, seperti Kilang Bontang dan Papua.

PLTGC CNG Jakabaring Palembang Foto: Selfy Momongan/kumparan

Kebijakan ini merupakan kelanjutan dari inisiatif konversi bahan bakar sebelumnya, seperti konversi minyak tanah ke LPG yang dimulai pada tahun 2007. Laode menyebut, pada 2010, Indonesia masih memproduksi 2 juta ton LPG per tahun dan hanya mengimpor 1,6 juta ton. Namun, seiring waktu, konsumsi LPG melonjak melampaui 7 juta ton per tahun, menyebabkan kenaikan impor yang membebani anggaran subsidi dan devisa.

Aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam kajian ini, dengan Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi Lemigas ditugaskan untuk memastikan standar keamanan. Kajian tersebut diperkirakan akan rampung dalam 3 bulan ke depan. Pemerintah juga memastikan bahwa tabung CNG akan kompatibel dengan kompor LPG yang ada saat ini, sehingga masyarakat tidak perlu mengganti peralatan.

Meskipun peta jalan (roadmap) detail belum bisa dipublikasikan, produksi massal CNG 3 kg akan dimulai setelah kajian selesai, dengan skema bisnis yang masih dirumuskan. Diperkirakan, harga CNG berpotensi lebih murah dari LPG, atau setidaknya mampu menghemat subsidi energi hingga 30 persen pada harga yang sama.

IHSG Ditutup Melesat ke 7.174, Rupiah Menguat ke Rp 17.333 per Dolar AS

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Kamis (7/5) dengan kinerja positif, berhasil mempertahankan momentum sejak sesi pembukaan. Berdasarkan data Stockbit, indeks komposit melesat 81,85 poin atau 1,14% ke level 7.174,321. Senada dengan IHSG, indeks unggulan LQ45 juga terbang 1,60% ke posisi 693,78. Aktivitas perdagangan tercatat cukup tinggi dengan nilai transaksi mencapai Rp 22,57 triliun, volume perdagangan 41,91 miliar saham, dan frekuensi 2,66 juta kali.

Petugas menghitung uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing Dolarindo, Melawai, Jakarta, Senin (15/9/2025). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

Beberapa saham menunjukkan performa menonjol sebagai penggerak indeks, seperti DPUM yang melonjak 35% dan ESIP yang menguat 34,15%. Di sisi lain, beberapa saham mengalami koreksi signifikan, dengan TPIA menjadi salah satu top losers, turun 10,20%.

Dari perspektif nilai transaksi, saham-saham perbankan besar mendominasi daftar teratas, yaitu BBCA dengan Rp1,46 triliun, BMRI dengan Rp1,20 triliun, dan BBRI dengan Rp 1,02 triliun. Sementara itu, GOTO mencatatkan volume perdagangan tertinggi dengan 29,73 juta lembar saham.

Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah juga menunjukkan kinerja impresif. Mengutip data Bloomberg, rupiah ditutup perkasa di level Rp17.333 per dolar AS, menguat 54 poin atau sebesar 0,31% terhadap mata uang Paman Sam.

Penguatan rupiah ini sejalan dengan sentimen positif yang melanda bursa saham di kawasan Asia. Indeks Nikkei 225 di Jepang melonjak 5,51%, Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 1,56%, Indeks SSE Composite di China terapresiasi 0,48%, dan Indeks Straits Times di Singapura menguat 0,42%, mencerminkan optimisme investor regional.

instagram embed