Purbaya Anggap Insentif Pajak Investor Global Tak Bikin Rugi

Sedang Trending 1 jam yang lalu

MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pemberian insentif perpajakan bagi investor global di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sektor keuangan tidak akan membuat negara merugi. Ia mengungkapkan, nantinya pusat keuangan internasional di Bali itu akan dibangun menyerupai Dubai International Financial Center (DIFC) dengan luas sekitar 100 hektare.

Menurut Purbaya, regulasi di KEK keuangan di Bali akan diatur secara khusus, di mana aset investor global berpotensi dibebaskan dari pajak. “Nanti teman-teman ekonom bilang rugi dong kalau begitu. Enggak, tadinya juga enggak ada apa-apa (di situ),” katanya dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan di Jakarta, Kamis, 7 Mei 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Bendahara Negara itu berpendapat, dana yang masuk ke KEK bisa digunakan sebagai investasi di proyek Danantara atau untuk proyek-proyek lain di luar KEK yang memiliki prospek baik. Pilihan lainnya, investor juga bisa membeli surat utang negara.

Purbaya mengatakan, kehadiran pusat keuangan bisa menjadi sumber pembiayaan untuk pembangunan swasta maupun pemerintah. “Jadi kita punya sumber pembiayaan baru yang mungkin lebih murah dari sekarang dan membuat pembiayaan kita lebih sustainable,” ujarnya.

Sementara itu, Dosen Departemen Ekonomi Universitas Andalas Syafruddin Karimi berpendapat penerapan insentif perpajakan di pusat keuangan menyimpan risiko fiskal. Sebab, negara berpotensi kehilangan penerimaan dari kelompok investor beraset besar.

Syafruddin mengatakan, tanpa desain yang ketat, pembebasan pajak dapat berubah menjadi fasilitas murah bagi investor global tanpa kontribusi yang sepadan bagi ekonomi nasional. “Karena itu, pemerintah perlu menetapkan syarat jelas: dana harus tercatat di sistem keuangan domestik, memenuhi standar transparansi pemilik manfaat, bebas dari praktik pencucian uang, dan memberi dampak terhadap pembelian instrumen keuangan nasional atau investasi produktif,” ucapnya ketika dihubungi pada Rabu, 6 Mei 2026.