Poskesdes Tangga Batu Diduga Kosong Saat Warga Butuh Pertolongan, Bupati Lamandau Minta Maaf

Sedang Trending 1 jam yang lalu

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO — Pelayanan kesehatan di Kabupaten Lamandau kembali menjadi sorotan setelah unggahan akun Facebook “Pedaringan” viral karena mengeluhkan buruknya pelayanan di Poskesdes Tangga Batu, Kecamatan Belantikan Raya, Kamis (21/5/2026).

Keluhan itu muncul setelah keluarga pemilik akun membawa anggota keluarganya yang sakit keras untuk berobat, namun mendapati fasilitas kesehatan tersebut kosong tanpa satu pun tenaga medis berjaga.

Akibat tidak adanya petugas di lokasi, keluarga pasien terpaksa membawa pasien ke Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, demi mendapatkan pertolongan medis darurat. Dalam unggahannya, akun Pedaringan mengaku kecewa dengan kondisi pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.

“Terpaksa dibawa ke Pangkalan Bun. Di Nanga Batu tidak ada bidan, tidak ada perawat. Cuman namanya aja datang, pagi siang sudah tidak ada lagi kayak jelangkung. Bagaimana tanggapan Pemerintah Daerah Kabupaten Lamandau, orang sakit to kaya apa pemerintah to,” tulis akun tersebut dengan nada emosi.

Unggahan itu memicu beragam reaksi keras dari netizen dan langsung mendapat perhatian dari Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra. Melalui kolom komentar unggahan tersebut, Bupati menyampaikan permohonan maaf dan berjanji segera melakukan evaluasi terhadap dinas terkait.

“Mohon maaf atas kesalahan dari kami. Segera kami lakukan perbaikan,” tulis Rizky Aditya Putra pada Jumat (22/5/2026).

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lamandau, Rosmawati, mengatakan pihaknya telah menerima laporan video keluhan tersebut sejak Jumat pagi. Namun, Dinkes masih melakukan penelusuran terkait waktu pasti terjadinya kekosongan pelayanan di Poskesdes Tangga Batu.

Electronic money exchangers listing

“Dinkes sudah TL (tindak lanjut) dan telepon ke puskesmas dan Pustu (Puskesmas Pembantu), meminta konfirmasi dan kirim foto menggunakan tanggal dan titik lokasi posisi nakes ada di Pustu Tangga Batu pagi kemarin. Video itu baru kemarin pagi juga saya dikirimkan, dan belum tahu kapan kekosongan tenaga kesehatan,” ungkap Rosmawati saat dikonfirmasi.

Kasus ini memicu desakan masyarakat agar Pemerintah Kabupaten Lamandau memberikan sanksi tegas kepada petugas yang terbukti lalai. Warga juga berharap sistem piket di poskesdes dan puskesmas wilayah pelosok segera diperbaiki agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (bib)

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO — Pelayanan kesehatan di Kabupaten Lamandau kembali menjadi sorotan setelah unggahan akun Facebook “Pedaringan” viral karena mengeluhkan buruknya pelayanan di Poskesdes Tangga Batu, Kecamatan Belantikan Raya, Kamis (21/5/2026).

Keluhan itu muncul setelah keluarga pemilik akun membawa anggota keluarganya yang sakit keras untuk berobat, namun mendapati fasilitas kesehatan tersebut kosong tanpa satu pun tenaga medis berjaga.

Akibat tidak adanya petugas di lokasi, keluarga pasien terpaksa membawa pasien ke Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, demi mendapatkan pertolongan medis darurat. Dalam unggahannya, akun Pedaringan mengaku kecewa dengan kondisi pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.

Electronic money exchangers listing

“Terpaksa dibawa ke Pangkalan Bun. Di Nanga Batu tidak ada bidan, tidak ada perawat. Cuman namanya aja datang, pagi siang sudah tidak ada lagi kayak jelangkung. Bagaimana tanggapan Pemerintah Daerah Kabupaten Lamandau, orang sakit to kaya apa pemerintah to,” tulis akun tersebut dengan nada emosi.

Unggahan itu memicu beragam reaksi keras dari netizen dan langsung mendapat perhatian dari Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra. Melalui kolom komentar unggahan tersebut, Bupati menyampaikan permohonan maaf dan berjanji segera melakukan evaluasi terhadap dinas terkait.

“Mohon maaf atas kesalahan dari kami. Segera kami lakukan perbaikan,” tulis Rizky Aditya Putra pada Jumat (22/5/2026).

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lamandau, Rosmawati, mengatakan pihaknya telah menerima laporan video keluhan tersebut sejak Jumat pagi. Namun, Dinkes masih melakukan penelusuran terkait waktu pasti terjadinya kekosongan pelayanan di Poskesdes Tangga Batu.

“Dinkes sudah TL (tindak lanjut) dan telepon ke puskesmas dan Pustu (Puskesmas Pembantu), meminta konfirmasi dan kirim foto menggunakan tanggal dan titik lokasi posisi nakes ada di Pustu Tangga Batu pagi kemarin. Video itu baru kemarin pagi juga saya dikirimkan, dan belum tahu kapan kekosongan tenaga kesehatan,” ungkap Rosmawati saat dikonfirmasi.

Kasus ini memicu desakan masyarakat agar Pemerintah Kabupaten Lamandau memberikan sanksi tegas kepada petugas yang terbukti lalai. Warga juga berharap sistem piket di poskesdes dan puskesmas wilayah pelosok segera diperbaiki agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (bib)