PPIH Saudi Hentikan Sementara Operasional Bus Shalawat Jelang Puncak Haji

Sedang Trending 48 menit yang lalu

Mobilitas jemaah haji Indonesia di Makkah mengalami penyesuaian menjelang puncak ibadah haji 2026. Salah satu langkah yang diambil adalah penghentian sementara operasional bus shalawat yang selama ini membawa jemaah menuju Masjidil Haram, seperti dilansir dari Cahaya.

Bus shalawat merupakan layanan transportasi 24 jam yang disediakan untuk menyokong pergerakan jemaah haji Indonesia dari hotel ke Masjidil Haram atau sebaliknya. Penghentian operasional ini bertujuan mendukung persiapan fase puncak di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan kebutuhan transportasi jemaah untuk thawed maupun umrah wajib tetap terpenuhi. Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi, Syarif Rahman mengimbau jemaah memanfaatkan musala atau masjid di sekitar hotel selama penyesuaian ini berlangsung.

Mengingat waktu penghentian bertepatan dengan hari Jumat, jemaah disarankan tidak memaksakan diri pergi ke Masjidil Haram. Layanan bus shalawat disetop mulai Jumat, 22 Mei 2026 pukul 18.00 waktu Arab Saudi dan beroperasi kembali pada Minggu, 31 Mei 2026 pukul 01.00 waktu Arab Saudi.

"Sebelum wukuf, layanan bus shalawat berakhir pada 22 Mei 2026 pada pukul 18.00 waktu Arab Saudi," kata Syarif Rahman kepada tim Media Center Haji (MCH) di kantor daker Makkah, Rabu (20/5/2026).

Jemaah yang berada dalam kloter terakhir dan baru tiba menjelang penyetopan layanan tidak perlu khawatir mengenai transportasi untuk umrah wajib. PPIH telah menyediakan armada khusus setelah mengantongi izin dari Naqabah atau otoritas transportasi Arab Saudi.

Sebanyak 30 armada bus disiapkan untuk memfasilitasi sekitar 6 hingga 10 kloter terakhir yang mendarat pada 22 Mei 2026. Fasilitas ini mencakup bus reguler serta bus khusus ramah lansia yang menggunakan kursi roda.

"Jemaah tidak perlu risau karena kami telah menyiapkan bus untuk umrah wajib mereka," ujar Syarif.

Dukungan Thawaf Ifadhah, Wada, dan Kesiapan Terminal

Bus shalawat juga bakal dikerahkan pascafase Armuzna untuk melayani jemaah gelombang pertama, terutama kloter awal yang hendak pulang ke Tanah Air. Fasilitas ini ditujukan agar jemaah tidak perlu berjalan jauh atau mengeluarkan ongkos taksi untuk Thawaf Ifadhah dan Thawaf Wada'.

"Sekali lagi, kami akan berikan (layanan bus) kepada jemaah yang akan melaksanakan Thawaf Ifadhah dan Wada'," tegas Syarif.

Kelancaran mobilisasi ini didukung oleh kesiapan tiga terminal operasional di Makkah, yaitu Terminal Syib Amir, Terminal Jiad (Ajyad), dan Terminal Jabal Ka'bah. Jika terjadi kepadatan lalu lintas, petugas memohon izin khusus agar Terminal Syib Amir difungsikan penuh guna melayani kepulangan kloter akhir.