Rosan Roeslani Tunjuk Luke Thomas Mahony Pimpin PT Danantara Sumberdaya Indonesia

Sedang Trending 34 menit yang lalu

Chief Executive Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara Rosan Roeslani mengumumkan penunjukan Luke Thomas Mahony sebagai pemimpin PT Danantara Sumberdaya Indonesia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (21/5/2026).

Langkah penguatan struktur PT Danantara Sumberdaya Indonesia tersebut dilakukan menyusul penerbitan aturan baru mengenai tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam oleh pemerintah, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Pertemuan lanjutan akan segera digelar oleh pihak manajemen guna mematangkan susunan kepengurusan internal perusahaan secara menyeluruh.

"Untuk saat ini Luke Thomas. Ada Thomas," kata Rosan Roeslani, Chief Executive Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara.

Sosialisasi dan penjaringan aspirasi dari berbagai organisasi usaha juga dijadwalkan guna melengkapi pembentukan tim operasional tersebut.

"Nanti kan kita, ini dulu. Tadi meeting. Nanti kita mau ini dulu, mendengarkan masukan. Nanti sore juga dari semua asosiasi, para Kadin, Apindo, asosiasi sawit APBI, batubara, semua kita juga sekaligus sosialisasi. Jadi kita pun nanti jam 4," ujar Rosan Roeslani.

Pengalaman serta rekam jejak kepemimpinan Luke Thomas Mahony, yang sebelumnya pernah menduduki posisi Direktur di PT Vale Indonesia Tbk (INCO), menjadi basis penguatan tim baru ini.

"Ya ini kan kita lagi dalam tahap untuk menguatkan tim. Nanti kita akan, nanti akan kita tampilkan fullnya tim. Bisa dilihat track record-nya apa, kemampuannya jelas gitu. Seperti kita bangun Danantara dulu," kata Rosan Roeslani.

Kebijakan penataan badan usaha ini berjalan beriringan dengan regulasi ketat yang dikeluarkan oleh Presiden Prabowo Subianto terkait ekspor komoditas strategis melalui badan usaha milik negara yang ditunjuk.

Langkah penertiban lewat Peraturan Pemerintah tersebut diambil demi mengoptimalkan pengawasan komoditas sekaligus mencegah kebocoran devisa negara.

"Hari ini pemerintah Republik Indonesia yang saya pimpin menerbitkan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam," kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dalam rapat paripurna DPR RI di Jakarta, Rabu (20/5/2026).