Prabowo kenalkan Danantara dan Dony Oskaria di panen raya Kebumen

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) bersama COO Danantara, Dony Oskaria, saat menghadiri acara panen raya udang di Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu

​"Danantara itu adalah dana kedaulatan kita, singkatan Daya Anagata Nusantara. Daya artinya energi, kekuatan. Anagata masa depan. Jadi, mereka mengelola kekayaan seluruh bangsa untuk anak dan cucu kita seluruhnya," kata Presiden Prabowo yang dikutip dari siaran pers BPMI Sekretariat Presiden di Jakarta.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto secara khusus memperkenalkan Dony Oskaria yang menjabat sebagai Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara.

Pengenalan itu dilakukan di kawasan Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) yang menjadi simbol modernisasi sektor perikanan.

​Presiden Prabowo menegaskan bahwa Danantara berfungsi sebagai dana kedaulatan yang dibentuk untuk mengelola kekayaan bangsa demi kepentingan jangka panjang.

Baca juga: Prabowo komitmen hentikan kebocoran kekayaan negara

Ia menekankan pentingnya pengelolaan aset negara secara transparan dan profesional di bawah naungan badan investasi tersebut.

​Terkait skala pengelolaan, Presiden mengungkapkan bahwa Danantara mengoordinasikan sekitar 1.040 Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Nilai aset yang dikelola mencapai hampir 1 triliun dollar AS atau setara dengan Rp17.000 triliun.

​Presiden memberikan pesan tegas kepada Dony Oskaria beserta seluruh jajarannya untuk menjaga integritas dalam mengelola dana tersebut.

Ia meminta agar aset negara yang sangat besar itu dikelola dengan penuh kehati-hatian guna mencegah kebocoran uang rakyat.

Baca juga: Prabowo pastikan swasembada pangan di tengah konflik geopolitik

​Sementara itu, acara panen raya di Kebumen tersebut berlangsung di lahan tambak seluas 100 hektare yang dikembangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Presiden memberikan apresiasi atas produktivitas tambak yang mencapai standar dunia dengan hasil produksi hingga 40 ton per hektare.

​Di tempat terpisah, Dony Oskaria turut menyoroti performa BUMN dalam acara Jogja Financial Festival 2026.

Ia menyatakan bahwa laba BUMN pada 2025 diperkirakan mencapai Rp335 triliun dan berpotensi meningkat menjadi Rp360 triliun pada 2026, sekaligus membantah anggapan bahwa BUMN tidak pernah mencetak keuntungan.

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.