Prabowo Perintahkan Perbaikan Perlintasan Kereta Api Usai Tabrakan di Bekasi

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pembenahan menyeluruh pada seluruh titik perlintasan kereta api menyusul insiden kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Selasa (28/4/2026). Peristiwa yang melibatkan KA Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek dan rangkaian KRL tersebut mengakibatkan jatuhnya puluhan korban jiwa dan luka-luka.

Kecelakaan hebat yang terjadi pada Senin (27/4) malam ini dilaporkan merenggut nyawa tujuh penumpang hingga Selasa pagi pukul 06.34 WIB. Sebagaimana dilansir dari Detikcom, selain korban meninggal, tercatat sebanyak 81 orang lainnya harus menjalani perawatan medis akibat luka-luka yang diderita.

"Jumlah korban yang terjadi pada tadi malam meninggal 7 orang dan luka-luka dirawat 81 orang," ungkap Dirut KAI Bobby Rasyidin.

Kondisi di lokasi kejadian pasca-benturan keras digambarkan sangat mencekam dengan kepanikan luar biasa dari para penumpang di area peron dan dalam gerbong. Beberapa penumpang berupaya melakukan evakuasi mandiri terhadap korban yang mengalami luka di kepala di tengah kondisi rangkaian KRL yang padam total.

Saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi musibah di Stasiun Bekasi Timur, Presiden Prabowo menekankan pentingnya modernisasi infrastruktur pengamanan jalur kereta. Beliau mengidentifikasi ribuan titik serupa di Pulau Jawa yang masih menggunakan sistem peninggalan masa lampau.

"Kemudian di Jawa ada 1.800 titik yang juga lintasan seperti ini, saya kira dari zaman Belanda ya sudah berapa puluh tahun," kata Prabowo.

Pemerintah berencana melakukan intervensi fisik pada perlintasan-perlintasan tersebut melalui pembangunan pos jaga maupun jembatan layang (flyover). Presiden menegaskan bahwa pelaksanaan teknis di lapangan akan segera ditunjuk untuk memulai proses pengerjaan sesegera mungkin.

"Sekarang sudahlah kita selesaikan semua itu, saya sudah perintahkan kita akan perbaiki semua lintasan tersebut dengan apakah dengan dilakukan pos jaga atau dengan flyover nanti pelaksananya kita tunjuk," kata Prabowo.

Proyek perbaikan masif ini diperkirakan akan menyedot dana dari anggaran negara sekitar Rp 4 triliun. Presiden menilai besarnya investasi tersebut sangat sepadan dengan jaminan keselamatan masyarakat yang mengandalkan moda transportasi kereta api.

"Kita perhitungkan sekitar hampir Rp 4 triliun demi keselamatan dan demi karena kita sangat penting kita sangat perlu kereta api, sekarang saatnya sudah berapa puluh tahun kita sekarang lakukan," ujarnya.

Berdasarkan rekaman video di lokasi, kerusakan parah terlihat pada bagian bodi KRL Commuter Line yang ringsek akibat dihantam kereta jarak jauh. Proses evakuasi berlangsung dalam suasana dramatis karena sejumlah penumpang sempat terjebak di dalam gerbong yang gelap gulita sebelum akhirnya berhasil diselamatkan.