Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menargetkan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Jakarta memiliki kapasitas pengolahan 2.500 hingga 3.000 ton sampah per hari.
Pramono menjelaskan, saat ini pemerintah daerah telah menandatangani kerja sama untuk dua lokasi pembangunan PSEL, yakni di Bantargebang dan Tanjungan, Kamal Muara.
“Yang Danantara, teman-teman sekalian, kita sudah dua (alat) yang ditandatangani. Yang pertama adalah di Bantargebang, yang kedua di Kamal Muara, Tanjungan. Dua-duanya ini nanti PLTSa dengan kapasitas untuk sampahnya itu antara 2.500 sampai dengan 3.000 ton (sehari),” ujar Pramono di Kompleks Wali Kota Jakarta Timur, Selasa (5/5).
Selain itu, Pramono mengatakan, satu lokasi lainnya masih disiapkan di Sunter, serta didukung dengan fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) di Rorotan.
“Nah, kemudian kita masih ada satu yang di Sunter. Jadi Jakarta akan ada tiga pembangkit listrik tenaga sampah, kemudian ada RDF Rorotan,” jelasnya.
Ia menambahkan, jika seluruh fasilitas tersebut beroperasi, Jakarta berpotensi menyelesaikan persoalan sampah.
“Kalau itu berjalan (beroperasi) semua, maka problem sampah di Jakarta terus terang akan selesai,” katanya.
Pramono bahkan mengatakan, problem yang mungkin ditimbulkan justru adalah kurangnya bahan baku bagi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).
“Malah problemnya adalah jangan sampai nanti kemudian Jakarta untuk PLTSa dan sebagainya itu kita akan kekurangan, itu yang menjadi problem tersendiri,” imbuhnya.
“Tapi saya yakin karena kita punya stok di Bantargebang, maka untuk yang beroperasi di Bantargebang kita akan prioritaskan untuk cut and fill atau memotong apa yang di Bantargebang yang sudah menggunung tadi,” lanjutnya.
Pramono juga menekankan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini tengah mempercepat tahapan berikutnya, termasuk penentuan kontraktor dan persiapan pelaksanaan proyek.
“Sehingga itulah yang kita lakukan dan sekarang ini tahap berikutnya adalah menentukan kontraktor dan kemudian kapan segera bisa dimulai,” katanya.
Ia juga menyebut telah menginstruksikan dinas terkait untuk segera menindaklanjuti percepatan pembangunan tersebut.
“Kebetulan tadi saya sudah langsung memanggil Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Asisten Pembangunan untuk segera ditindaklanjuti dan saya pengin Jakarta memulai untuk batch dua ini kalau bisa yang paling cepat selesai,” ungkapnya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Danantara Indonesia menandatangani kesepakatan kerja sama (MoU) terkait percepatan pembangunan fasilitas PSEL di DKI Jakarta. Penandatanganan berlangsung di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, pada Senin (4/5), serta disaksikan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dan pejabat terkait lainnya.
Pramono menjelaskan, MoU mencakup percepatan pembangunan PSEL di dua lokasi, yakni Tanjung dan Bantargebang. Menurutnya, kesepakatan ini menjadi langkah penting sekaligus titik awal proses signifikan dalam penanganan kedaruratan sampah di Jakarta.
“Saya sudah menandatangani Instruksi Gubernur untuk proses pemilahan, dan dalam waktu dekat kami akan bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk deklarasi pemilahan sampah yang ada di Jakarta. Karena Ingub-nya sudah saya tanda tangani,” ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (4/5).
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·