Pramono Bicara Program Penguatan Pendidikan di Jakarta: KJP-Pemutihan Ijazah

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan keterangan persa usai menghadiri Acara Forum Komunikasi Komite Sekolah (FKKS), di Kompleks Walikota Jakarta Timur, Selasa (5/5/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri Forum Komunikasi Komite Sekolah (FKKS) yang dirangkaikan dengan peringatan May Day dan Hari Pendidikan Nasional di Kompleks Wali Kota Jakarta Timur, Selasa (5/5).

Dalam sambutannya, Pramono mengatakan, di tengah ketidakpastian global, Pemprov DKI Jakarta tetap menempatkan sektor pendidikan dan kesehatan sebagai prioritas utama.

“Pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas utama demi menjamin layanan dasar yang berkualitas bagi seluruh warga, khususnya anak-anak dan generasi muda. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program pendidikan dan peningkatan kualitas layanan publik,” ujarnya.

Pramono memaparkan, sejumlah program pendidikan yang telah dijalankan Pemprov DKI Jakarta, salah satunya melalui Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). Ia menyebut total bantuan yang diberikan pada tahun 2025 hampir mencapai Rp 2 triliun.

“Tahun lalu tahap kedua itu 16.920 mahasiswa untuk KJMU. Untuk KJP 707.513 siswa. Kalau ditotal angkanya ini hampir dua triliun rupiah untuk memberikan bantuan subsidi dalam hal ini scholarship atau beasiswa,” jelasnya.

Selain itu, Pramono juga menyebutkan capaian program pemutihan ijazah bagi siswa dari keluarga tidak mampu. Sepanjang 2025, sebanyak 6.050 ijazah telah diputihkan.

“Bahkan tahun lalu kita sudah memutihkan ijazah 6.050 ijazah dan rata-rata dari keluarga tidak mampu,” ungkapnya.

Pramono menambahkan, Pemprov DKI juga menargetkan pemutihan lebih dari 2.000 ijazah pada tahun ini sebagai bentuk lanjutan program penghapusan hambatan pendidikan.

Dalam kesempatan yang sama, Pramono juga menyampaikan bahwa Pemprov DKI telah menggratiskan 103 sekolah swasta. Program tersebut dilakukan untuk memperluas akses pendidikan tanpa diskriminasi ekonomi.

“Tahun ini Pemerintah DKI Jakarta telah menggratiskan 103 sekolah gratis swasta,” katanya.

Program tersebut didukung anggaran subsidi sekitar Rp 253 miliar.

Di bidang ketenagakerjaan, Pramono mengungkapkan program penempatan kerja bagi lulusan SMK Jakarta ke luar negeri. Ratusan siswa telah diberangkatkan ke sejumlah negara.

“Kemarin kami sudah memberangkatkan kurang lebih 541, 561 siswa lulusan SMK Jakarta untuk bekerja ke Jerman, ke Malaysia, dan ke Jepang,” ujarnya.

Ia menegaskan program ini menjadi bagian dari strategi meningkatkan daya saing tenaga kerja muda Jakarta di tingkat global.

Menutup sambutannya, Pramono menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam membangun pendidikan Jakarta.

“Komite sekolah diharapkan dapat mendorong pembelajaran yang kreatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan. Dengan demikian, sekolah-sekolah di Jakarta Timur dapat berkembang menjadi ruang belajar yang aman, inklusif, berkualitas, dan menyenangkan bagi peserta didik,” tutupnya.