Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta agar hotel, restoran dan kafe di ibu kota ikut melakukan gerakan pilah sampah secara mandiri.
“Untuk hotel, restoran, dan kafe, kami mewajibkan semuanya harus punya tempat untuk pemisahan (sampah), karena memang sampah organik adalah hotel, restoran, dan kafe,” ungkap Pramono di Balai Kota, Jakarta, Selasa.
Sementara untuk pasar, baik yang berada di bawah naungan Pasar Jaya maupun yang tidak, pemilahan sampah, khususnya organik juga sudah mulai dilakukan.
Bahkan, kata Pramono, sampah organik dari pasar-pasar tersebut diolah sehingga dapat dimanfaatkan menjadi pupuk.
Selain pasar dan hotel, restoran serta kafe, dia juga sudah meminta kepada seluruh jajaran DKI Jakarta untuk ikut melaksanakan gerakan pilah sampah.
“Ini bukan hanya sekadar kampanye yang bersifat seremonial. Kami serius, karena ini untuk menangani persoalan sampah yang ada di Jakarta, karena Bantargebang sudah tidak mampu lagi,” tegas Pramono.
Dia pun memberikan arahan kepada Biro Kepala Daerah (KDH) DKI Jakarta untuk mengevaluasi gerakan pilah sampah setiap dua minggu sekali.
Pramono berharap gerakan tersebut berjalan dengan baik dan berkelanjutan, sehingga mampu mengatasi persoalan sampah di ibu kota.
“Dengan demikian, seluruh jajaran pasti akan bergerak untuk itu. Bahkan, saya sudah minta kepada Biro KDH setiap dua minggu sekali, kita akan evaluasi perkembangan dari gerakan pilah sampah ini,” ujar Pramono.
Baca juga: Pram optimistis pengolahan sampah di pasar kurangi beban Bantargebang
Baca juga: Pramono segera siapkan sarana-prasarana dukung gerakan pilah sampah
Baca juga: ASN dan warga Kepulauan Seribu diajak terapkan gerakan pilah sampah
Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
56 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·