Presiden Prabowo Berencana Anugerahkan Bintang Mahaputra Kepada Kapolri

Sedang Trending 57 menit yang lalu

Presiden Prabowo Subianto berencana menganugerahkan penghargaan Bintang Mahaputra kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo karena menilai kepemimpinan Korps Bhayangkara tersebut berhasil mengukir berbagai prestasi dalam menjalankan tugas negara.

Apresiasi terhadap institusi kepolisian tersebut disampaikan kepala negara saat menghadiri acara panen raya jagung serentak di Tuban, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Keberhasilan Polri dalam mengelola organisasi dan menyukseskan program pemerintah menjadi dasar utama rencana pemberian tanda kehormatan tersebut.

"Saya melihat peran Polri luar biasa. Dan di sini, saya kira adalah karena leadership, kepemimpinan. Kalau bagus, ya kita harus akui bagus, kalau baik kita akui baik, dan dalam organisasi, kalau organisasinya baik, berarti pemimpinnya baik. Iya, kan?" ujar Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Kepala Negara kemudian menyamakan pengelolaan organisasi ini dengan manajemen tim sepak bola yang sukses serta keberhasilan sektor kementerian lain yang pernah menerima tanda jasa serupa.

"Ternyata saya lihat Polri ini berprestasi, berprestasi. Kapolri belum pernah menerima Bintang Mahaputra, belum ya? Nanti, Presiden Prabowo yang ngasih bintang," kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Rencana pemberian penghargaan tersebut tidak hanya ditujukan kepada pimpinan Polri, melainkan juga menyasar pucuk pimpinan TNI.

"Panglima TNI juga? Belum terima juga kau? Presiden Prabowo mau memberi," imbuh Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Menurut Presiden, pemberian apresiasi merupakan sebuah hukum bernegara yang sudah sewajarnya diterapkan bagi setiap komandan institusi yang sukses memimpin pasukannya.

"Jadi, ya itu namanya hukum bernegara, hukum organisasi. Berhasil, komandannya bagus. Waktu di pertempuran, ya, di sejarah, banyak sejarah, termasuk sejarah Indonesia. Waktu perang dulu, batalyon-batalyon itu ya ada nomornya, ada. Tapi dulu terkenalnya itu komandannya. Batalyon Sarwo Edhie, Kompi Sarwo Edhie, Batalyon Ahmad Yani, Batalyon Kemal Idris. Dulu begitu. Kalau berhasil. Kalau nggak berhasil, copot," kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Secara spesifik, kinerja Polri dalam mengawal pelaksanaan program makanan bergizi gratis dinilai menjadi salah satu bukti nyata keberhasilan manajemen kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

"Ini saya lihat Pak Listyo Sigit berhasil, ya gimana? Aku mau, aku mau ngomong apa, ya kan? MBG aku lihat hebat, paling bersih, tertib. Ini bukan saya soal muji-muji lho. Aku pelit juga tuh kalau kasih penghargaan. Tapi saya ingin objektif," ucap Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.