Presiden Prabowo Subianto Hadiri Panen Raya Udang Modern di Kebumen

Sedang Trending 44 menit yang lalu

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Panen Raya Udang di Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, seperti dilansir dari Detikcom.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Negara ikut menarik jala bersama para pekerja dan meninjau langsung aktivitas sortir hasil panen.

Kawasan tambak modern ini memiliki luas lahan mencapai 100 hektare yang dikembangkan dengan konsep tata kelola terpadu.

Sistem budi daya ini mencakup saluran air masuk (intake), kolam tandon, pemisahan saluran inlet dan outlet, kolam produksi, serta instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Saat berada di lokasi, Presiden Prabowo Subianto turun langsung ke area tambak untuk menyapa para penambak yang sedang bertugas.

Ia menyaksikan langsung seluruh proses panen udang vannamei hingga tahapan sortir sebelum komoditas tersebut dipasarkan.

Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi produsen udang nomor satu di dunia dengan melihat potensi yang ada saat ini.

"Jadi sangat menjanjikan, tadi saya diberi laporan 1 hektare bisa menghasilkan 40 ton, luar bisa 40 ton ya dan harganya sangat bagus, harganya 70 ribu (rupiah) per kilo. Berarti per ton 70 juta rupiah," ujarnya.

Fasilitas BUBK Kebumen tercatat memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi wilayah setempat.

Kawasan ini memiliki 206 petak kolam dengan nilai produksi mencapai sekitar Rp 67,2 miliar per siklus atau berpotensi menembus Rp 134,4 miliar per tahun.

Selain menghasilkan nilai ekonomi yang tinggi, kehadiran kawasan budi daya modern ini mampu menyerap ratusan tenaga kerja lokal.

Pemerintah kini sedang melaksanakan proyek serupa dengan skala yang jauh lebih besar di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

BUBK Kebumen sendiri diposisikan sebagai contoh transformasi budi daya tradisional menuju sistem modern berbasis teknologi dan tata kelola lingkungan.

Sektor perikanan nasional akan menggunakan kawasan ini sebagai model pengembangan ke depan.

"Jadi ini sangat bagus, sangat produktif. Lapangan kerja yang bisa diserap sekarang 650 orang setempat bekerja dan kita sudah membangun di Waingapu 2 ribu hektare," kata Presiden Prabowo Subianto.