Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi secara aktif menawarkan berbagai potensi investasi di wilayahnya kepada para investor domestik maupun mancanegara.
Langkah strategis ini dilakukan seperti dikutip dari Detikcom saat menghadiri jamuan makan malam Pertukaran Tokoh Politik dan Bisnis Tiongkok-Indonesia dalam Program DBA Entrepreneur Scholar Cheung Kong Graduate School of Business (CKGSB) angkatan 12 di Grand Hyatt, Jakarta.
Agenda tersebut dihadiri oleh puluhan pelaku usaha asal China yang telah menanamkan modal mereka di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya acara yang mempertemukan para tokoh bisnis tersebut.
Dirinya turut mengundang para pengusaha itu untuk datang langsung dan melihat potensi yang ada di Jawa Tengah.
Undangan ini disampaikan mengingat komitmen Provinsi Jawa Tengah yang sangat terbuka terhadap masuknya investasi baru.
Berdasarkan data performa ekonomi, realisasi investasi di Jawa Tengah sepanjang tahun 2025 berhasil menembus angka Rp 110,02 triliun.
Capaian tersebut bersumber dari penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 50,86 triliun, penanaman modal dalam negeri (PMDN) senilai Rp 37,64 triliun, serta sektor UMK yang menyumbang Rp 21,52 triliun.
Tren positif ini berlanjut pada triwulan I 2026 dengan realisasi yang sudah menyentuh Rp 23,02 triliun, seiring pertumbuhan ekonomi daerah yang mencapai 5,89%.
Hingga saat ini, Jawa Tengah telah memiliki sekitar 7 kawasan industri dan ekonomi khusus yang beroperasi di berbagai kabupaten serta kota.
Pemerintah daerah juga tengah mempersiapkan 12 kawasan industri dan ekonomi khusus baru demi menunjang pemerataan ekonomi.
"Tiongkok menjadi salah satu negara asal investasi tertinggi di Jawa Tengah, nilainya mencapai sekitar Rp10,13 triliun," ungkapnya, dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/5/2026).
Pada kegiatan yang berlangsung Jumat (22/5) tersebut, Ahmad Luthfi menegaskan keseriusan daerahnya dalam menggarap sektor ekonomi baru terbarukan (EBT) dan sistem pengelolaan sampah.
Jawa Tengah kini mengantongi sekitar 7 proyek EBT yang siap ditawarkan kepada investor potensial.
Beberapa proyek tersebut meliputi PLTS, mikrohidro, biogas, biomassa, gas rawa, energi sampah atau waste to energy, hingga panas bumi atau geothermal.
"Kami membuka peluang lebar-lebar bagi investasi pengolahan sampah di Jawa Tengah, sehingga akan membantu kami dalam rangka energi terbarukan," katanya.
Merespons hal itu, CEO PT WOOK Global Technology, Cu Longhua menyatakan bahwa forum yang mempertemukan pengusaha multi-industri seperti ini sangat penting untuk terus diperluas.
Perusahaan-perusahaan yang hadir mengklaim memiliki sumber daya industri berkualitas yang sangat kompatibel untuk diaplikasikan.
Sektor yang ditawarkan meliputi perlindungan ekologis, pengelolaan limbah padat, restorasi lahan tambang, industri energi baru, teknologi digital, manufaktur kelas atas, hingga pertanian modern.
"Saat ini, Presiden Prabowo dengan penuh semangat mempromosikan pengelolaan sampah. Seperti menjadi pembangkit listrik. Kami adalah perusahaan terkemuka di industri ini di Tiongkok," katanya.
Sementara itu, CEO PT AAC Technologies Holding, Benjamin Pan menilai Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara yang menjanjikan.
Negara ini dinilai menawarkan ruang pasar yang luas, iklim pembangunan yang kondusif, serta potensi pertumbuhan ekonomi yang masif.
"Kami melihat kemungkinan kolaborasi yang tak terbatas," katanya.
Sebagai informasi, program DBA Entrepreneur Scholar dari CKGSB yang diikuti para pengusaha ini merupakan program doktoral eksekutif yang memadukan riset akademik dengan praktik bisnis.
CKGSB sendiri dikenal sebagai sekolah bisnis independen nirlaba terkemuka di Tiongkok dengan jaringan alumni kuat yang mencakup pimpinan korporasi multinasional dunia.
46 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·