Seorang pria berinisial AWP (28 tahun) mengaku jadi korban klitih atau kejahatan jalanan di Jalan Ring Road Manding, Kabupaten Bantul, pada Sabtu (16/5) lalu.
Ternyata setelah diusut, ia mengalami kecelakaan tunggal. Ia ngaku kena klitih karena tak ingin ibunya syok.
"Mengaku menjadi korban kejahatan jalanan karena rasa takut. Tidak ingin ibunya yang saat ini sedang dalam kondisi sakit merasa syok atau khawatir jika mengetahui anaknya mengalami kecelakaan lalu lintas," kata Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, Senin (18/5).
Kronologi awal yang diterima polisi, AWP mengaku didatangi rombongan empat motor. Lalu dia ditendang hingga jatuh dari motornya dan dikeroyok.
AWP juga mengaku mengalami luka sabetan senjata tajam di tangan kanan. Ia juga meminta diantar temannya ke rumah sakit.
Polisi kemudian meminta keterangan sejumlah saksi. Salah seorang pemilik warung mengatakan kepada polisi AWP terjatuh usai menabrak tiang lampu.
Setelah kecelakaan warga melihat AWP langsung pergi. Saat itu jalan sepi dan tak ada gerombolan motor.
"Itu bukan kasus kejahatan jalanan atau pengeroyokan, melainkan murni kecelakaan lalu lintas tunggal. Korban menabrak tiang lampu jalan," tegas Rita.
Akhirnya kepada polisi AWP pun mengakui telah berbohong. Rita meminta kepada masyarakat tak mencontoh apa yang dilakukan AWP. Sebab, yang dilakukan AWP bisa meresahkan masyarakat.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·