Produksi Pangan Domestik Dijamin Kuat di Tengah Tantangan Global

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Pada tanggal 15 Mei 2026, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan ketahanan pangan Indonesia tetap stabil. Hal ini terutama didorong oleh produksi dalam negeri yang mampu memenuhi mayoritas kebutuhan konsumsi masyarakat, meskipun terdapat tantangan geopolitik dan ancaman El Nino.

Dilansir dari Money, Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyatakan bahwa hanya sebagian kecil dari 10 komoditas pangan pokok strategis yang masih bergantung pada impor. Stok beras nasional juga diperkirakan meningkat, dengan proyeksi mencapai 16 juta ton pada akhir tahun 2026.

Impor masih diperlukan untuk komoditas seperti kedelai, bawang putih, dan daging sapi, namun dalam jumlah yang terbatas. Pemerintah menugaskan Perum Bulog untuk menyerap gabah petani guna menjaga cadangan beras nasional. Cadangan beras Bulog saat ini mencapai lebih dari 4 juta ton.

Sejak tahun 2025, impor beras dan jagung pakan sudah tidak lagi dilakukan, karena produksi dalam negeri dianggap mencukupi. Pemerintah terus mendorong peningkatan produksi, terutama untuk komoditas yang masih bergantung pada impor.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, sebelumnya menyatakan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan untuk komoditas utama.

"Pangan kita ini sudah swasembada pangan, protein dan karbohidrat," kata Andi Amran Sulaiman.