Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) mengungkap temuan mengkhawatirkan mengenai kondisi kesehatan anak usia sekolah di Indonesia pada Minggu (10/5/2026). Data menunjukkan ratusan ribu anak mengalami peningkatan tekanan darah yang menjadi alarm serius bagi kesehatan nasional.
Hasil skrining kesehatan yang dilakukan terhadap jutaan pelajar di puluhan ribu sekolah ini menempatkan hipertensi sebagai salah satu masalah kesehatan utama. Fenomena ini memicu kekhawatiran terhadap meningkatnya risiko penyakit tidak menular pada kelompok usia muda di masa depan.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari, menyampaikan hasil sementara program tersebut dalam konferensi pers di Jakarta pada Rabu (6/5/2026). Data Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 4,8 juta anak dari 48.000 sekolah telah menjalani pemeriksaan sejak 1 Januari hingga 3 Mei 2026.
"Sebanyak 22,1% atau 663.000 anak mengalami peningkatan tekanan darah," kata Qodari, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah.
Statistik tersebut, sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz, juga mengidentifikasi dua masalah kesehatan lainnya yang dominan ditemukan. Selain hipertensi, tim medis menemukan banyak kasus gigi berlubang serta penumpukan kotoran telinga pada anak-anak peserta program.
Ahli Gizi Masyarakat, Tan Shot Yen, memberikan penegasan bahwa kondisi hipertensi pada kelompok usia dini tidak boleh dianggap remeh. Ia memperingatkan adanya ancaman komplikasi yang bisa muncul lebih awal jika tidak ditangani segera.
"Komplikasi sudah di depan mata, jantung, stroke, termasuk gagal ginjal," kata dr Tan, Ahli Gizi Masyarakat.
Dokter Tan menjelaskan bahwa risiko gangguan kesehatan tersebut berkaitan erat dengan pola hidup yang kurang sehat. Faktor-faktor seperti kurangnya aktivitas fisik dan edukasi nutrisi yang rendah menjadi perhatian utama para ahli untuk mencegah lonjakan kasus lebih lanjut.
Mengevaluasi kebiasaan harian keluarga, terutama mengenai asupan makanan sejak dini, menjadi langkah krusial bagi orang tua. Penggunaan bahan tambahan pangan dan kurangnya konsumsi air putih juga disoroti sebagai pemicu masalah tekanan darah.
"Cek asupan anak sejak mulai belajar makan di usia dini. Orang tua kenalkan UPF? Bumbu-bumbu botolan tinggi garam saat masak yang tidak disadari? Tidak ada kebiasaan minum air?" ujarnya dr Tan, Ahli Gizi Masyarakat.
Para ahli kesehatan kini mendesak adanya penguatan edukasi mengenai pola makan sehat dengan membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak. Upaya ini diharapkan dapat menekan angka temuan hipertensi pada anak sekolah di masa mendatang.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·