Presiden AS Donald Trump merespons dingin tawaran yang belum dipublikasikan tersebut tersebut. Ia mengaku tidak puas dan menilai proposal Iran belum memenuhi harapan Washington.
“Mereka ingin membuat kesepakatan, saya tidak puas dengan itu, jadi kita lihat saja apa yang akan terjadi,” ujarnya di Gedung Putih, dikutip dari AFP, Sabtu 2 Mei 2026.
Meski demikian, komunikasi antara kedua pihak belum terputus. Trump menyebut negosiasi masih berjalan melalui telepon, meskipun ia membatalkan pengiriman utusan ke Pakistan. Ia juga mengkritik kepemimpinan Iran yang dinilainya tidak solid dalam mengambil keputusan.
Di lapangan, gencatan senjata yang telah berlangsung sekitar tiga minggu masih bertahan, walau kedua negara saling menuduh pelanggaran. Ketegangan kini berfokus di Selat Hormuz, jalur penting bagi sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas dunia.
Blokade laut oleh AS terhadap kapal tanker Iran menekan ekonomi Iran, sekaligus berdampak pada pasar energi global. Ketidakpastian di kawasan ini membuat stabilitas ekonomi dunia ikut terpengaruh.
Upaya diplomasi terus dilakukan. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, berkomunikasi dengan sejumlah negara di kawasan dan Uni Eropa untuk mencari solusi, termasuk pembukaan kembali jalur perdagangan di Selat Hormuz.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·