Pelatih PSBS Biak Marian Mihail menyatakan timnya telah terkonfirmasi degradasi dari kasta tertinggi kompetisi sepak bola nasional menjelang laga pekan ke-30 melawan Malut United. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Selasa (28/4/2026) malam WIB di tengah tren negatif Badai Pasifik.
Kekalahan beruntun dan ketiadaan kemenangan dalam 12 laga terakhir membuat manajemen PSBS Biak mulai menyusun rencana jangka panjang. Mihail menegaskan bahwa sisa pertandingan musim ini tidak lagi difokuskan untuk bertahan di liga, melainkan untuk mengevaluasi komposisi skuad guna menghadapi kompetisi kasta kedua mendatang.
"Sore ini adalah sore yang menyedihkan karena degradasi kami sudah terkonfirmasi. Selama dua hari terakhir para pemain diliburkan. Baru sore ini kami bertemu kembali dan melakukan latihan ringan," ujar Marian Mihail, Pelatih PSBS Biak.
Meski secara matematis masih ada celah kecil untuk bertahan, manajemen telah memutuskan untuk menggunakan lima laga sisa sebagai ajang seleksi pemain. Hal ini dilakukan demi membangun kembali kekuatan tim yang merepresentasikan semangat asli Biak agar bisa segera kembali ke divisi utama.
"Kami bersama pihak manajemen telah berdiskusi mengenai masa depan tim ini. Keputusan pertamanya adalah menggunakan lima pertandingan terakhir ini untuk melihat pemain mana yang mampu lanjut di divisi kedua," kata Marian Mihail, Pelatih PSBS Biak.
Penilaian performa pemain akan menjadi indikator utama dalam menentukan siapa saja yang layak dipertahankan dalam tim. Mihail berambisi membentuk pondasi yang solid sejak dini agar target promosi tahun depan dapat tercapai dengan persiapan yang lebih matang.
"Untuk membentuk tim baru dengan semangat Biak yang sesungguhnya dan mengapa tidak mencoba untuk promosi kembali tahun depan," sambung Marian Mihail, Pelatih PSBS Biak.
Mengenai lawan selanjutnya, juru taktik asal Rumania itu tetap mewaspadai Malut United yang dinilai memiliki kualitas merata di setiap lini. Kendati sang lawan mengalami hasil yang fluktuatif belakangan ini, Mihail menganggap laga tersebut sebagai ujian krusial bagi skuadnya yang kini hanya menyisakan tiga pemain asing.
"Jadi untuk besok karena Malut benar-benar tim yang sangat bagus, tim yang bisa mengalahkan tim manapun di liga ini. Tapi mereka juga di periode terakhir memiliki hasil yang bervariasi," ucap Marian Mihail, Pelatih PSBS Biak.
Keputusan teknis untuk melepas sebagian besar pemain asing diambil untuk memberikan ruang lebih bagi pemain lokal dalam kerangka tim masa depan. Saat ini, PSBS hanya mengandalkan Pablo Andrade, Mohcine Hassan, dan Luquinhas untuk mendampingi talenta domestik dalam sisa kompetisi.
"Jadi bagi kami, ini akan menjadi ujian yang bagus karena kami hanya mempertahankan tiga pemain asing Pablo Andrade, Mohcine Hassan, dan Lucas (Luquinhas)."
"Selebihnya adalah pemain lokal yang seperti saya katakan keputusan manajemen dan staf teknis adalah untuk membentuk tim baru untuk tahun depan," lanjut Marian Mihail, Pelatih PSBS Biak.
Dari sisi pemain, bek PSBS Moses Elias Madjar memastikan seluruh rekan setimnya tetap berkomitmen memberikan penampilan maksimal meskipun dalam kondisi sulit. Skuad Badai Pasifik telah melakukan analisis mendalam terhadap kekuatan penyerang lawan demi memperbaiki catatan pertahanan mereka.
"Persiapan laga besok kami sudah siap secara fisik untuk menghadapi Malut. Kami juga sudah belajar dari pertandingan-pertandingan sebelumnya sebelum bertemu Malut di Maluku," beber Moses Elias Madjar, Bek PSBS Biak.
Moses menekankan pentingnya kewaspadaan ekstra terhadap barisan depan Malut United yang dihuni pemain-pemain produktif. Ia berharap timnya tidak mengulangi kesalahan yang terjadi pada pertemuan putaran pertama di Maluku Utara.
"Kami belajar dari pertandingan hari itu untuk lebih baik lagi. Ya, pastinya kami sangat waspada dengan striker-striker-nya seperti David da Silva, Ciro Alves, dan juga Yance dan Yakob. Kami akan selalu waspada," tegas Moses Elias Madjar, Bek PSBS Biak.
Berdasarkan data klasemen hingga pekan ke-29, PSBS Biak masih tertahan di posisi ke-18 dengan koleksi 18 poin. Tim asal Papua ini mencatatkan empat kemenangan, enam hasil imbang, dan telah menelan 19 kekalahan sepanjang musim 2025/2026.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·