Paris Saint-Germain (PSG) mengandalkan kekuatan soliditas kolektif tim menjelang pertandingan final Liga Champions 2025/2026 melawan Arsenal pada Sabtu, 30 Mei 2026. Strategi matang dari pelatih Luis Enrique tersebut menjadi modal utama Les Parisiens untuk mencetak sejarah baru di Eropa.
Pertandingan penentu yang akan digelar di Puskas Arena, Budapest, Hongaria tersebut menjadi kesempatan besar bagi klub asal Prancis ini untuk meraih gelar juara berturut-turut. Dilansir dari Medcom, kekuatan PSG saat ini dinilai tidak lagi bertumpu pada individu bintang melainkan kerja sama seluruh skuad.
Winger muda PSG berusia 23 tahun, Bradley Barcola, menyatakan bahwa timnya datang dengan rasa percaya diri yang tinggi. Dirinya menegaskan seluruh pemain siap tampil maksimal demi membawa pulang trofi kompetisi tertinggi antar-klub Eropa tersebut.
"Ini sebuah kehormatan bisa bermain di final kedua. Kami akan melakukan segalanya untuk memenangkan pertandingan ini," ujar Barcola.
Pemain yang ikut membawa PSG menjuarai Eropa pada musim lalu itu menambahkan bahwa persiapan matang terus dilakukan secara internal. Seluruh elemen tim fokus membangun mentalitas terbaik sebelum menghadapi klub asal London tersebut.
"Kami sedang membangun kepercayaan diri sebanyak mungkin jelang final dan akan bekerja keras agar siap menghadapi laga nanti," lanjut Barcola.
Lebih lanjut, kekuatan utama skuad besutan Luis Enrique musim ini disebut berada pada sistem pertahanan dan penyerangan yang bergerak bersama secara dinamis. Pola permainan tersebut dianggap menyulitkan tim lawan.
"Saya pikir kekuatan terbesar kami adalah kolektivitas. Kami menyerang bersama dan bertahan bersama. Kami benar-benar bermain sebagai sebuah tim, dan itu menjadi kekuatan utama kami saat ini," tegas Barcola.
Pernyataan kesiapan tim perwakilan Prancis tersebut menjadi alarm bagi Arsenal yang berada dalam tren positif usai mengakhiri puasa gelar Premier League selama 22 tahun. Bintang PSG lainnya turut menyepakati bahwa kekompakan menjadi fondasi kesuksesan.
"Salah satu kekuatan terbesar tim ini adalah kebersamaan. Kami senang bermain bersama dan sangat dekat satu sama lain," ujar Khvicha Kvaratskhelia, bintang PSG.
Pemain asal Georgia tersebut menjelaskan bahwa kesolidan tim di lapangan membuat mereka memiliki rasa percaya diri yang tinggi untuk menghadapi klub mana pun. Fokus utama skuad adalah taktik dan gaya bermain sendiri.
"Kami tahu jika bertarung satu sama lain dan memainkan gaya sepak bola kami sendiri, maka kami bisa mengalahkan siapa pun," tambah Kvaratskhelia.
Ia juga memandang kontribusi di atas lapangan tidak selalu diukur melalui statistik gol maupun assist secara individu. Kontribusi nyata seorang pemain terlihat dari kerja keras menyeluruh demi kemenangan kolektif tim.
"Kadang Anda tidak mencetak gol atau assist, tetapi Anda tetap bisa membantu tim dengan memberikan segalanya di lapangan. Itu yang paling penting bagi saya," kata Kvaratskhelia.
Apabila berhasil memenangkan laga di Budapest, PSG akan menjadi klub kedua di era modern yang mampu mempertahankan gelar Liga Champions berturut-turut setelah Real Madrid pada tahun 2017 dan 2018. Kombinasi kedalaman skuad dan dominasi sepanjang musim membuat posisi klub asal Paris ini diunggulkan.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·