Paris Saint-Germain (PSG) memastikan diri melaju ke final Liga Champions 2026 setelah menahan gempuran Bayern Munich pada leg kedua semifinal di Allianz Arena, Rabu malam, 6 Mei 2026. Meskipun Bayern memberikan perlawanan sengit, PSG berhasil mempertahankan keunggulan agregat guna memperebutkan trofi di Budapest pada 30 Mei mendatang.
Pertandingan diawali dengan gol cepat Ousmane Dembele pada detik ke-141 yang memperlebar keunggulan agregat PSG menjadi 6-4 setelah kemenangan 5-4 pada leg pertama di Paris. Laga ini diwarnai protes keras dari kubu tuan rumah terkait dua keputusan wasit yang dianggap merugikan, termasuk klaim penalti akibat pelanggaran tangan di area terlarang.
Wasit mengabaikan tuntutan penalti saat bola mengenai tangan pemain PSG, Joao Neves, di kotak penalti. Berdasarkan Laws of the Game, insiden tersebut tidak dianggap pelanggaran karena bola memantul dari rekan setimnya, Vitinha, sebelum mengenai lengan Neves dalam posisi melindungi diri.
Pelatih Bayern Munich, Vincent Kompany, menyatakan tetap mempertahankan gaya permainan menyerang meski berisiko tinggi di lini pertahanan.
"I also would be glad to keep a clean sheet, but what we absolutely cannot do is lose what made us strong," ujar Kompany.
Kompany juga menambahkan bahwa lawan mereka tidak akan mengubah identitas permainan yang membawa mereka menjadi juara bertahan.
"PSG were never going to change the style that won them the Champions League last year," tutur Kompany.
Ia menegaskan ambisi timnya untuk terus mendominasi kompetisi Eropa melalui agresivitas gol.
"We come into the match as the team that has won the most games and scored the most goals in Europe," kata Kompany.
Kompany menekankan bahwa tidak ada satu pun pemain yang akan mengendurkan serangan dalam laga krusial tersebut.
"Is anyone going to take a backward step? Nobody will accept that," tegas Kompany.
Gelandang Bayern, Joshua Kimmich, turut menyuarakan tekad untuk terus mengejar kemenangan tanpa mengubah taktik bertahan.
"We’re not going to change our style of play in three days and just sit back and defend," ujar Kimmich.
Kimmich menyatakan bahwa fokus utama tim hanyalah memenangkan pertandingan tanpa memedulikan skor akhir.
"We have to win, regardless of whether it’s another 5-4, a 3-2, or a 1-0 victory," kata Kimmich.
Di sisi lain, pelatih PSG Luis Enrique memuji kualitas pertandingan leg pertama yang dianggapnya sebagai salah satu laga terbaik dalam kariernya.
"It was the best game I have been fortunate enough to be involved in as a coach," ujar Enrique.
Enrique mengungkapkan ambisi besar klub untuk terus mengukir sejarah baru di kancah sepak bola Eropa.
"Last season, we achieved the objective that everyone around us had been dreaming of," kata Enrique.
Pelatih asal Spanyol tersebut menargetkan pencapaian dua gelar juara Liga Champions secara beruntun bagi Les Parisiens.
"But we want to continue making history, and that now means winning two Champions Leagues in a row," tutur Enrique.
Legenda sepak bola Inggris, Alan Shearer, memberikan kritik tajam melalui media sosial terkait kerumunan aturan handball yang dianggapnya membingungkan.
"The handball ball law is so f***** up it’s madness. They have just messed the whole thing up. Tied themselves in knots. #clueless," cetus Shearer.
PSG kini tinggal menunggu pemenang antara Arsenal atau Atletico Madrid untuk dihadapi di Puskas Arena dalam partai puncak.
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·