Paris Saint-Germain (PSG) berhasil mengalahkan Bayern Munchen dengan skor 5-4 pada laga leg pertama semifinal Liga Champions di Stadion Parc des Princes, Rabu (29/4/2026) dini hari WIB. Pertandingan ini mencetak sejarah sebagai laga semifinal dengan jumlah gol terbanyak dalam 30 tahun sejarah kompetisi tersebut.
Sembilan gol tercipta melalui aksi Harry Kane, Michael Olise, Dayot Upamecano, dan Luis Diaz dari kubu Bayern, sementara PSG membalas lewat brace Khvicha Kvaratskhelia dan Ousmane Dembele, serta satu gol Joao Neves. Rekor baru tercipta karena untuk pertama kalinya terjadi lima gol hanya dalam 45 menit pertama babak semifinal Liga Champions.
Pelatih PSG, Luis Enrique, sebelumnya telah menunjukkan kepercayaan diri tinggi bahwa timnya mampu melewati ujian berat melawan raksasa Jerman tersebut meskipun Bayern tampil sangat konsisten sepanjang musim ini.
"Dari segi konsistensi, Bayern mungkin sedikit lebih unggul dari kami karena mereka hanya kalah dua pertandingan, tetapi dari segi apa yang telah kami tunjukkan, tidak ada tim yang lebih baik dari kami," kata Enrique dikutip dari situs resmi klub.
Strategi ofensif menjadi kunci utama Enrique untuk meredam kekuatan Die Roten yang datang dengan catatan statistik mengesankan di kancah domestik maupun Eropa.
"Anda perlu lebih banyak menyerang daripada bertahan jika ingin menang, dan kami tahu betapa sulitnya itu, tetapi kami di sini bukan untuk bernegosiasi; kami ingin menang," tambahnya.
Di sisi lain, Bayern Munchen harus menjalani laga ini tanpa didampingi langsung oleh pelatih kepala Vincent Kompany di pinggir lapangan. Kompany harus menjalani skorsing dan menyerahkan kendali taktis selama pertandingan kepada asistennya, Aaron Danks.
"Danksy (Aaron Danks) punya banyak pengalaman, pernah menjadi asisten pelatih di Inggris untuk beberapa waktu," kata Kompany.
Meskipun menelan kekalahan tipis dalam drama sembilan gol tersebut, Kompany tetap meyakini kualitas staf kepelatihan dan kemampuan para pemainnya untuk tetap bersaing di level tertinggi.
"Saya 100% percaya pada staf dan semua orang lainnya," sambungnya.
Kompany juga mencatat bahwa setiap pertemuan antara kedua tim selalu berlangsung sengit dan sulit diprediksi hasilnya hingga menit terakhir.
"Pertandingan selalu sangat ketat saat kami bermain melawan mereka. Terkadang kami menang, terkadang mereka menang," ujar Kompany.
Pakar TV di Prime sekaligus juara dunia, Christoph Kramer, menyatakan kekagumannya atas intensitas tinggi dan ruang terbuka yang tersaji sepanjang pertandingan di Paris tersebut.
"Saya benar-benar belum pernah melihat pertandingan seperti ini seumur hidup saya. Dengan begitu banyak ruang terbuka hingga akhir, skornya bisa saja berakhir 9-9," kata Kramer.
Kemenangan tipis PSG ini menjadi modal penting sebelum melakoni leg kedua di markas Bayern Munchen pada 6 Mei 2026. Pemenang dari duel ini akan melaju ke partai final di Budapest untuk menghadapi pemenang antara Arsenal atau Atletico Madrid.
| Sabtu, 2 Mei | FC Bayern vs. 1. FC Heidenheim | Bundesliga |
| Rabu, 6 Mei | FC Bayern vs. Paris Saint-Germain | Liga Champions |
| Sabtu, 9 Mei | VfL Wolfsburg vs. FC Bayern | Bundesliga |
| Sabtu, 16 Mei | FC Bayern vs. 1. FC Köln | Bundesliga |
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·