PT ASIX Indonesia Cerdas (ASIX), yang merupakan anak usaha PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), secara resmi memperkenalkan Libra sebagai platform asisten kecerdasan buatan (AI) khusus segmen enterprise.
Peluncuran solusi teknologi ini berlangsung di ITB Innovation Park, Bandung, pada Selasa, 12 Mei 2026. Seperti dikutip dari Medcom, perkenalan Libra mengusung tema besar bertajuk Future Activated.
Kehadiran Libra ditujukan sebagai instrumen strategis guna memangkas beban administratif serta mempercepat proses pengambilan keputusan di lingkup korporasi. Teknologi AI ini dirancang untuk mengotomatiskan berbagai alur kerja perusahaan secara efisien.
Pemilihan ITB Innovation Park sebagai lokasi peluncuran mempertegas status Bandung sebagai pusat inovasi nasional. Kawasan tersebut saat ini menjadi pusat AI Joint Lab yang merupakan hasil kolaborasi antara Sinar Mas, China Mobile, dan Institut Teknologi Bandung (ITB).
Asisten digital ini dibekali dengan berbagai fitur komprehensif untuk mendukung operasional bisnis. Pengguna dapat memanfaatkan Document Translator and Summarizer, Meeting Transcription otomatis, hingga Image Generator.
Selain itu, tersedia pula fitur dubbing multibahasa yang didukung oleh infrastruktur dari China Mobile JiuTian Company. Dukungan infrastruktur ini diklaim mampu menjamin stabilitas dan skalabilitas bagi para pengguna di tingkat korporat.
Presiden Direktur PT ASIX Indonesia Cerdas, Andrie Tjioe, memberikan penjelasan mengenai filosofi pengembangan platform keamanan data tersebut.
"Libra bukan sekadar alat bantu, ia adalah mitra digital yang aman untuk membantu tim bekerja dengan lebih lincah," ungkapnya dalam acara peresmian.
Langkah transformasi digital ini juga mendapat perhatian dari pemerintah melalui Kepala Biro Data & Informasi Dewan Pertimbangan Presiden RI, M. Arfan Sahib Sali Kando.
Ia berpendapat bahwa kehadiran Libra selaras dengan upaya percepatan transformasi digital di Indonesia yang terukur guna meningkatkan daya saing bangsa.
Sinergi Industri dan Akademisi
Pihak akademisi yang diwakili oleh Dr. Ian Josef Matheus Edward dari ITB menyatakan bahwa kolaborasi ini memiliki landasan teori yang kuat sekaligus sangat aplikatif untuk menjawab berbagai tantangan industri di masa depan.
Menutup rangkaian acara, CEO PT DSST Daya Mas Gemilang, Marlo Budiman, memberikan penegasan mengenai komitmen perusahaan dalam memperkuat sektor teknologi di Indonesia.
Menurutnya, sinergi yang terjalin antara sektor industri, kalangan akademisi, serta mitra teknologi global menjadi bukti kesiapan nasional dalam mengadopsi solusi AI yang adaptif.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·