Jakarta (ANTARA) - PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) bagian dari Pelindo Group dan anak usaha PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) mengoptimalkan operasional pelabuhan di seluruh Indonesia guna memperkuat kelancaran arus logistik nasional serta daya saing ekonomi.
"Kami terus memperkuat peran sebagai operator terminal multipurpose dalam mendukung kelancaran arus logistik nasional," kata Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha sekaligus Plt Direktur Operasi PTP Nonpetikemas Dwi Rahmat Toto dalam Media Visit PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok, Jakarta, Rabu.
Ia mengatakan hal itu ditunjukkan melalui berbagai pengembangan layanan, transformasi digital, serta peningkatan kinerja operasional di seluruh wilayah kerja perusahaan.
Sebagai operator terminal multipurpose pertama di Indonesia, ia mengatakan PTP memiliki pengalaman dalam menangani beragam jenis kargo, mulai dari curah kering, curah cair, hingga general cargo. Operasional perusahaan saat ini tersebar di 11 cabang pelabuhan di seluruh Indonesia yang menjadi simpul penting dalam rantai pasok nasional.
Komitmen terhadap transformasi digital diwujudkan melalui implementasi Pelindo Terminal Operating System Multipurpose (PTOS-M), sistem layanan terminal berbasis end-to-end process yang mengintegrasikan perencanaan, operasional, hingga sistem pembayaran secara host-to-host dengan perbankan serta sistem kepabeanan.
"Inovasi ini mendorong peningkatan efisiensi, transparansi, dan kecepatan layanan di pelabuhan," ujar dia.
Toto menyampaikan transformasi yang dilakukan perusahaan merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan daya saing layanan pelabuhan.
“PTP Nonpetikemas terus berupaya menghadirkan layanan yang lebih efisien, terintegrasi, dan adaptif terhadap kebutuhan pelanggan. Transformasi digital dan penguatan operasional menjadi kunci dalam mendukung kelancaran rantai pasok nasional,” katanya.
Kinerja operasional PTP Nonpetikemas menunjukkan tren positif. Pada Triwulan I 2026, total throughput nonpetikemas yang meliputi general cargo, curah kering, curah cair, dan bag cargo tercatat sebesar 12,84 juta ton, menunjukkan kinerja yang tetap terjaga di tengah dinamika arus logistik nasional.
Dari total throughput tersebut, curah kering masih mendominasi dengan porsi 46 persen, diikuti curah cair sebesar 25 persen, general cargo sebesar 24 persen, dan bag cargo sebesar 5 persen. Komposisi itu, menurut dia, menunjukkan segmen curah kering mendominasi pada layanan kemasan.
Hingga Triwulan I 2026, realisasi curah cair tercatat sebesar 3,09 juta ton atau tumbuh 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 2025 sebesar 2,67 juta ton.
Realisasi tersebut juga menunjukkan kinerja yang baik karena juga berhasil melebihi 23 persen dari target 2026 yaitu sebesar 2,52 juta ton.
Peningkatan itu didorong oleh aktivitas ekspor crude palm oil (CPO) di Teluk Bayur, keberlanjutan bongkar muat di Pontianak, serta meningkatnya aktivitas komoditas di Tanjung Priok.
Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha sekaligus Plt Direktur Operasi PTP Nonpetikemas Dwi Rahmat Toto (kiri), Branch Manager PTP Cabang Tanjung Priok Budi Utoyo (tengah) memberi keterangan kepada media media Media Visit PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok, Jakarta, Rabu, (29/4/2026). ANTARA/HariantoSementara itu, curah kering sebagai backbone operasional mencatat realisasi sebesar 5,76 juta ton, yang meningkat dibandingkan tahun 2025 dan sejalan dengan target yang ditetapkan.
Untuk segmen lainnya, general cargo terealisasi sebesar 2,92 juta dan bag cargo tercatat sebesar 656 ribu ton atau turun tipis 3,3 persen secara tahunan.
Ia menyebutkan capaian kinerja T/S/D yang kompetitif di level SPMT Group. Pada segmen General Cargo, Cabang Tanjung Priok menempati peringkat pertama dengan realisasi kumulatif 4.024 atau sekitar 130 persen dari target sebesar 3.097, menjadikannya kontributor utama pada lini tersebut.
Cabang Banten dan Tanjung Pandan juga mencatat kinerja baik dengan capaian masing-masing 1.752 dan 1.627.
Pada segmen curah cair, Cabang Teluk Bayur berada di peringkat pertama dengan realisasi 5.287, melampaui target sebesar 4.912 atau sekitar 108 persen. Sementara itu, Cabang Pontianak Kijing menempati peringkat keempat dengan capaian 3.550 atau sekitar 138 persen dari target.
Pada segmen Curah Kering, Cabang Bengkulu menunjukkan kinerja menonjol dengan realisasi 6.902, melampaui target sebesar 4.050 atau mencapai sekitar 170 persen, serta menempati peringkat ketiga di tingkat grup.
Salah satu proyek strategis yang terus dikembangkan adalah Terminal Kijing di Kalimantan Barat. Sejak diresmikan pada 2022, pelabuhan ini bertransformasi menjadi pusat aktivitas logistik internasional yang mendukung ekspor-impor serta proyek strategis nasional, termasuk hilirisasi sektor mineral.
Selain itu, PTP Nonpetikemas juga mengembangkan layanan shorebase di empat lokasi strategis, yakni Lhokseumawe, Tanjung Priok, Cirebon, dan Banyuwangi.
Layanan itu ditujukan untuk mendukung kebutuhan industri minyak dan gas dengan fasilitas berstandar internasional yang mencakup penyimpanan material, bahan kimia, hingga pengelolaan logistik terintegrasi.
Dari sisi inovasi operasional, perusahaan menghadirkan teknologi portable drop tank dengan submersible pump yang mampu meningkatkan produktivitas bongkar muat sekaligus menekan biaya operasional dan dampak lingkungan. Penggunaan teknologi ini memungkinkan proses bongkar muat berlangsung lebih efektif dan efisien.
PTP Nonpetikemas juga menjalankan berbagai inisiatif Environmental, Social, and Governance (ESG), seperti elektrifikasi alat bongkar muat, pemanfaatan overhead crane, serta penggunaan lampu LED untuk efisiensi energi.
Upaya itu, lanjutnya, sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menciptakan operasional pelabuhan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Sementara itu, SM Sekretaris Perusahaan PTP Nonpetikemas Fiona Sari Utami menambahkan perusahaan juga terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Ia mengatakan sebagai pelaku bisnis layanan kepelabuhanan, PTP Nonpetikemas tidak hanya fokus pada kinerja operasional, tetapi juga berkomitmen menjalankan program TJSL yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
Dengan berbagai pengembangan dan inovasi yang terus dilakukan, PTP Nonpetikemas optimistis dapat memperkuat perannya sebagai mitra logistik yang andal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional serta meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·