Putin Pimpin Parade Hari Kemenangan di Tengah Perang Ukraina

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Presiden Vladimir Putin memimpin peringatan Hari Kemenangan di Lapangan Merah, Moskow, pada Sabtu (9/5) pagi waktu setempat untuk memperingati berakhirnya Perang Dunia II. Dilansir dari Detikcom, perayaan tahun ini berlangsung dalam skala terbatas di tengah kekhawatiran keamanan akibat konflik berkepanjangan di Ukraina.

Acara dimulai tak lama setelah pukul 10.00 waktu Moskow dengan menampilkan formasi tentara yang membawa bendera nasional Rusia. Meskipun biasanya dirayakan dengan kemegahan luar biasa, parade kali ini tidak menyertakan peralatan militer berat untuk pertama kalinya dalam hampir dua dekade terakhir.

Pengurangan skala ini terjadi setelah serangkaian serangan drone jarak jauh Ukraina yang menghantam wilayah Rusia. Dalam pidatonya, Putin kembali mengaitkan narasi kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman untuk memperkuat dukungan terhadap operasi militer di Ukraina yang telah berjalan selama empat tahun.

Putin menyatakan bahwa pasukan yang dikerahkan ke Ukraina saat ini sedang berjuang melawan kekuatan agresif yang mendapat sokongan penuh dari aliansi NATO. Ia menegaskan kembali posisi moral Moskow dalam konflik tersebut.

"Prestasi besar generasi pemenang menginspirasi para prajurit yang menjalankan tujuan operasi militer hari ini," kata Putin dalam pidatonya.

Pemimpin Rusia tersebut menambahkan bahwa meskipun musuh didukung oleh blok Barat, tentara Rusia terus menunjukkan kemajuan di medan tempur. Ia menekankan keyakinannya terhadap legitimasi serangan tersebut.

"Mereka menghadapi kekuatan agresif yang dipersenjatai dan didukung oleh seluruh blok NATO. Dan meskipun demikian, para pahlawan kita terus maju," ujar Putin.

Penegasan mengenai keadilan misi militer di Ukraina menjadi penutup narasi utama yang disampaikan oleh sang presiden di hadapan pasukan. Putin mengulangi klaim tersebut secara eksplisit dalam rangkaian pidatonya.

"Saya sangat meyakini bahwa perjuangan kita adalah adil," ujar Putin.

Kehadiran pejabat luar negeri terpantau sangat terbatas dan didominasi oleh para pemimpin negara sekutu dekat. Menteri Pertahanan Rusia, Andrei Belousov, juga tampak memberikan ucapan selamat kepada para tentara, termasuk perwakilan militer dari Korea Utara yang turut hadir.

Situasi di medan tempur sempat mengalami jeda setelah Rusia dan Ukraina menyepakati gencatan senjata selama tiga hari khusus untuk perayaan ini. Kesepakatan tersebut tercapai menyusul desakan mendadak dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.