Doha (ANTARA) - Qatar tidak akan menangguhkan upaya mediasi untuk mengakhiri konflik di Jalur Gaza dan terus berkoordinasi dengan Mesir dan Turki, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Qatar Majed Al-Ansari pada Selasa.
"Qatar tidak mundur dari perannya sebagai mediator di Jalur Gaza; tidak ada perubahan dalam hal ini," kata Al-Ansari dalam konferensi pers.
Doha terus berkoordinasi dengan Mesir dan Turki untuk mengupayakan perdamaian di Gaza, kata Al-Ansari.
Pada November 2025, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menyetujui resolusi usulan Amerika Serikat, yang mendukung rencana komprehensif Presiden AS Donald Trump untuk menyelesaikan situasi di Gaza. Resolusi tersebut menerima 13 suara dukungan, dengan Rusia dan China abstain.
Rencana AS tersebut merupakan administrasi internasional sementara terhadap Gaza dan pembentukan Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang diketuai Trump.
Selain itu, usulan itu juga semacam mandat bagi pasukan stabilisasi internasional untuk dikerahkan dalam koordinasi dengan Israel dan Mesir.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Qatar dukung perpanjangan gencatan senjata AS-Iran hingga tercapai solusi
Baca juga: Qatar harap kesepakatan Selat Hormuz libatkan negara kawasan
Penerjemah: Fransiska Ninditya
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·