Dalam keterangannya di Jakarta pada Minggu, 31 Mei 2026, Qodari menyatakan bahwa sejak awal pemerintah hanya mengumumkan agenda kunjungan Presiden ke Prancis.
Karena itu, spekulasi mengenai lawatan tambahan ke Italia tidak memiliki landasan yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Pertama, sejak awal tidak ada statement pemerintah RI bahwa Presiden akan ke Italia. Kedua, jadwal resmi memang hanya ke Perancis,” kata Qodari.
Menurut Qodari, dalam setiap perjalanan luar negeri seorang kepala negara dapat saja muncul berbagai opsi atau pembahasan terkait tujuan lain. Namun, selama belum diumumkan secara resmi oleh pemerintah, hal tersebut tidak lebih dari sekadar wacana internal.
“Ketiga, bila di perjalanan ada rencana akan ke tujuan yang lain, itu sebatas rencana sampai ada penyampaian resmi dari pemerintah,” tegasnya.
Presiden baru saja menyelesaikan rangkaian kunjungan kenegaraan ke Prancis yang menghasilkan sejumlah capaian strategis.
Salah satu hasil konkret lawatan tersebut adalah peluncuran France-Indonesia High Level Business Council yang menghasilkan empat kesepakatan komersial baru senilai 3,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp61,25 triliun.
Kesepakatan itu difokuskan pada sektor ketahanan energi, perdagangan, dan kerja sama pertahanan, sekaligus mempertegas komitmen Indonesia dalam memperluas kemitraan strategis dengan negara-negara sahabat.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·