Pasangan ganda putri Indonesia Rachel Alessya Rose/Febi Setianingrum berhasil menyamakan skor menjadi 2-2 dalam laga melawan Taiwan pada babak penyisihan Grup C Piala Uber 2026 di Forum Horsens, Denmark, Selasa (28/4). Dilansir dari Medcom, kemenangan dramatis ini menjaga peluang tim putri Indonesia untuk melaju sebagai juara grup.
Kemenangan diraih melalui pertarungan sengit tiga gim dengan skor akhir 11-21, 22-20, dan 21-16 atas pasangan Hsu Yin-Hui/Lin Jhih Yun. Duel yang berlangsung di Lapangan 1 tersebut memakan waktu selama 1 jam 4 menit setelah pasangan Indonesia sempat tertinggal pada gim pertama.
Indonesia sebelumnya sempat unggul melalui tunggal putri Putri Kusuma Wardani, namun kemudian berbalik tertinggal. Kekalahan dialami oleh pasangan Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti dan tunggal putri Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi sebelum Rachel/Febi menyamakan kedudukan.
Pasangan ganda putri tersebut sempat berada dalam posisi kritis saat lawan menyamakan skor 20-20 di gim kedua. Ketangguhan mental dalam perebutan poin deuce serta konsistensi pada gim ketiga menjadi kunci utama keberhasilan mereka mengalahkan wakil Taiwan.
Rachel Alessya Rose menjelaskan kondisi fisiknya serta kendala teknis yang dialami pada awal pertandingan. Pemain spesialis ganda putri tersebut mengaku sempat merasakan ketegangan yang berpengaruh pada akurasi pukulannya di lapangan.
"Puji Tuhan bisa selesai tanpa cedera apapun. Saya pribadi merasa tegang banget. Di gim pertama sudah banyak mati sendiri jadi coba buat enakin saja dulu, enakin mainnya, enakin pukulannya. Di gim kedua dan ketiga, baru kami bisa menemukan polanya. Karena bolanya kencang, kami merasa tekanan mereka lebih kuat. Mereka juga lumayan sulit untuk dimatikan," terang Rachel.
Febi Setianingrum menambahkan analisis mengenai jalannya pertandingan di gim kedua saat lawan sempat mengejar poin. Ia menyoroti pentingnya fokus untuk menghadapi tekanan dari lawan yang tampil gigih di poin-poin akhir.
"Di gim kedua tadi sempat unggul lalu terkejar karena kami lengah. Setelah poinnya sudah mepet, kami berusaha untuk membalikkan fokus kami lagi dan coba untuk lebih berani, lebih yakin mainnya," timpal Febi.
Pebulu tangkis muda tersebut juga mengungkapkan perasaan emosionalnya karena dipercaya turun dalam situasi tim sedang tertinggal. Laga ini sekaligus menjadi momen perdana baginya berlaga di ajang beregu paling bergengsi tersebut.
"Tegang banget rasanya karena ini baru pertama kali diturunkan juga posisinya Indonesia sedang ketinggalan. Tapi beruntung, Alhamdulillah bisa mengatasi dan senang juga bisa main di Uber Cup pertama kali," imbuhnya.
Nasib tim putri Indonesia kini sepenuhnya berada di tangan tunggal putri Ester Nurumi Tri Wardoyo. Ester memainkan partai kelima atau laga penentu melawan Huang Yu-Hsun guna memastikan kemenangan Indonesia atas Taiwan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·