Real Madrid Evaluasi Masa Depan Alvaro Arbeloa Pasca Gugur dari Liga Champions

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Real Madrid dilaporkan bakal mengakhiri kerja sama dengan pelatih Alvaro Arbeloa pada akhir musim 2025/2026 setelah klub raksasa Spanyol tersebut tersingkir dari perempat final Liga Champions oleh Bayern Munchen pada Rabu malam, 15 April 2026.

Kekalahan 4-3 di Allianz Arena memastikan Los Blancos terancam tanpa gelar musim ini, mengingat mereka telah tersingkir dari turnamen piala domestik dan tertinggal sembilan poin dari FC Barcelona di klasemen LaLiga. Melansir laporan The Athletic, manajemen klub kemungkinan besar akan berpisah lebih awal dengan Arbeloa meski kontraknya baru akan berakhir pada musim panas 2027.

Keputusan untuk mempertahankan Arbeloa hingga Mei mendatang diambil karena manajemen menilai tidak ada urgensi menunjuk pelatih baru saat ini. Arbeloa, yang menjabat sejak 12 Januari 2026 menggantikan Xabi Alonso, dianggap telah berhasil menjaga profesionalisme dan suasana ruang ganti di tengah situasi sulit klub.

Arbeloa menyatakan kesiapannya untuk menerima segala konsekuensi dari hasil buruk yang diraih tim di kompetisi Eropa tersebut.

"Itu adalah keputusan klub dan saya adalah pendukung yang setia. Satu-satunya yang saya inginkan adalah Real Madrid menang, siapa pun yang memimpin," ujar Arbeloa.

Pelatih yang sebelumnya membawa tim U-19 meraih treble domestik itu juga menegaskan bahwa fokusnya selama ini adalah membantu perkembangan pemain daripada sekadar mengejar pembuktian pribadi.

"Saya tidak khawatir sama sekali. Saya akan sepenuhnya memahami keputusan apa pun yang diambil klub," kata Arbeloa.

Dalam refleksi pribadinya, mantan pemain timnas Spanyol itu mengakui bahwa dirinya belum memiliki pengaruh sebesar pelatih-pelatih ternama lainnya di Eropa.

"Saya tidak pernah ingin memenangkan pertandingan karena keputusan saya, tetapi karena membantu para pemain," lanjut Arbeloa.

Ia menambahkan bahwa rasa kecewanya lebih ditujukan pada kondisi klub dan penggemar dibandingkan dengan nasib karier pribadinya di kursi pelatih utama.

"I don’t know how much of a ‘footprint’ I have on this team. Perhaps much less than them," ucap Arbeloa.

Loyalitas kepada klub tetap menjadi prioritas Arbeloa terlepas dari ketidakpastian posisinya untuk musim depan.

"Saya terluka bukan untuk diri saya sendiri, tetapi untuk Real Madrid, untuk para pemain, dan untuk para fans. Bukan soal saya," tegas Arbeloa.

Hingga saat ini, Real Madrid dikabarkan tengah memantau beberapa nama potensial untuk mengisi posisi pelatih utama. Nama-nama seperti Mauricio Pochettino, Jurgen Klopp, hingga Didier Deschamps mulai dikaitkan sebagai kandidat pengganti Arbeloa.

"Satu-satunya yang saya inginkan adalah Real Madrid menang, tidak peduli siapa yang duduk di bangku cadangan," ujar Arbeloa.