Real Madrid, tim raksasa Spanyol, kini berada di tengah badai prahara performa yang mengancam kans mereka meraih gelar di musim ini. Hasil imbang 1-1 kontra Girona pada pertandingan lanjutan Liga Spanyol di Santiago Bernabeu, Madrid, Sabtu (11/4/2026) pagi WIB, memperparah posisi Los Blancos di kompetisi domestik.
Hasil tersebut membuat Real Madrid tertinggal enam poin dari pemuncak klasemen sementara, Barcelona, yang mengoleksi 70 poin. Bahkan, Barcelona berpeluang memperlebar jarak menjadi sembilan poin jika memenangkan laga derbi Catalan melawan Espanyol pada Sabtu (11/4/2026) pukul 23.30 WIB.
Secara matematis, peluang Real Madrid untuk meraih gelar Liga Spanyol ke-37 sangat tipis, bahkan nyaris mustahil. Belum ada klub di Liga Spanyol yang berhasil menyalip posisi puncak klasemen dengan selisih enam poin dan menyisakan enam pertandingan.
Performa skuad asuhan Alvaro Arbeloa juga kurang meyakinkan, dengan catatan hanya satu kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan di Liga Spanyol belakangan ini. Kondisi ini membuat ruang ganti Los Blancos diliputi kecemasan, mengingat peluang mengangkat trofi musim ini kini hanya menyisakan dua kemungkinan: Liga Spanyol atau Liga Champions.
Di Liga Champions, Real Madrid menghadapi tantangan berat di babak perempat final melawan jawara Jerman, Bayern Muenchen. Pada leg pertama yang berlangsung di Santiago Bernabeu, Madrid, Rabu (8/4/2026) lalu, Real Madrid dibungkam Bayern Muenchen dengan skor 1-2.
Fokus utama El Real saat ini tercurah untuk bisa mengangkat trofi 'Si Kuping Besar' ke-16 kalinya, setelah performa yang kurang memuaskan di Liga Spanyol. Namun, tantangan besar menanti mereka karena harus membalikkan kedudukan di Allianz Arena, markas Die Rotten yang terkenal angker.
Laga di Allianz Arena, Muenchen, Kamis (15/4/2026) pukul 02.00 WIB, akan menjadi penentu nasib bagi Real Madrid. Dari segi catatan pertemuan, Los Blancos tidak terlalu superior saat bermain di Allianz Arena. Kemenangan terakhir Real Madrid di sana terjadi pada musim 2018 melalui gol Marcelo dan Marco Asensio.
Sejak saat itu, Real Madrid bertamu ke markas FC Hollywood dua kali dengan hasil sekali imbang dan sekali kalah. Kegagalan di Liga Champions berpotensi besar membuat pelatih interim Alvaro Arbeloa didepak dari Santiago Bernabeu, karena dianggap gagal mengatasi krisis yang menerpa tim.
Arbeloa dipercaya menangani tim setelah Xabi Alonso menyatakan mundur karena masalah ruang ganti. Mantan pemain Real Madrid berusia 43 tahun ini, yang sebelumnya melatih akademi Real Madrid La Fabrica, belum mampu membawa hasil yang konsisten.
Selama 88 hari menjabat, Arbeloa telah memimpin 20 pertandingan di semua kompetisi, mencatat 13 kemenangan, 1 seri, dan 6 kekalahan, dengan rata-rata 2,00 poin per pertandingan. Meskipun Arbeloa berhasil meredam suasana ruang ganti yang sempat memanas di bawah Xabi Alonso dan mengorbitkan pemain muda dari La Fabrica seperti Thiago Pitrach, Victor Valdepenas, Manuel Angel, dan Jorge Cestero, manajemen belum sepenuhnya yakin untuk mempertahankannya sebagai pelatih kepala meskipun terikat kontrak hingga akhir musim 2027.
Kondisi pincang Real Madrid musim ini telah menimbulkan polemik terkait potensi perombakan manajemen. Meski sempat beredar kabar perombakan struktur, terutama di posisi direktur olahraga klub, Real Madrid langsung membantahnya.
Pihak klub menyatakan bahwa mereka menghargai kerja manajemen olahraga yang telah membawa kesuksesan, termasuk enam Piala Eropa dalam sepuluh tahun. Namun, di balik itu, manajemen Real Madrid dikabarkan mencari solusi, termasuk perburuan pemain dan pelatih berkelas.
Di bursa transfer musim panas mendatang, Real Madrid telah dipastikan mendatangkan Nico Paz dari Como FC. Los Blancos juga berupaya mencari pemain bintang lain untuk posisi bek tengah dan gelandang, mengingat David Alaba dan Dani Ceballos dirumorkan akan menjalani musim terakhir mereka di Bernabeu.
Posisi pelatih Real Madrid juga menjadi sorotan. Jurgen Klopp, mantan pelatih Liverpool, dikabarkan masuk radar. Terbaru, media Spanyol RMC Sport melaporkan bahwa pelatih tim nasional Prancis, Didier Deschamps, yang akan mengakhiri masa baktinya setelah Piala Dunia 2026, juga menjadi salah satu kandidat. Prahara di kubu Real Madrid ini diperkirakan tidak akan terselesaikan dalam waktu dekat, seiring dengan hilangnya semangat 'Hasta El Final' yang menjadi identitas klub.
6 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·