Jakarta (ANTARA) - Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) memberikan sejumlah rekomendasi untuk menjaga kesehatan selama fenomena El Nino berlangsung di Indonesia.
“El Nino adalah risiko musiman yang memang ini berkaitan dengan fenomena alam dan perubahan iklim, tetapi kita harus sehat dan bijak menjadi manusia (yang menjaga) kesehatan sebetulnya,” kata Ketua Umum IAKMI Hermawan Saputra saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Kamis.
Menanggapi mulai terasanya efek El Nino di Indonesia, Hermawan menyampaikan sejumlah penyakit yang dapat timbul karena cuaca terlalu panas secara umum seperti dehidrasi, sakit kepala hingga head stroke.
Baca juga: Pramono ingatkan dampak El Nino terhadap kesehatan saluran pernapasan
Bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan tentu risiko berbagai penyakit itu dapat meningkat. Salah satu cara untuk tetap sehat adalah dengan mencukupi asupan cairan dalam tubuh.
Menurutnya, mengonsumsi air setidaknya 2 liter atau sekitar 8 gelas per hari akan sangat membantu. Pemenuhan cairan juga bisa didapatkan melalui konsumsi buah-buahan yang mengandung air dan tinggi serat.
Mulai dari apel, jeruk, buah palem dan berbagai macam jenis pir.
Baca juga: Kemenkes kuatkan edukasi lindungi publik dari dampak El Nino Godzilla
“Buah-buah seperti ini juga di samping menambah asupan cairan tubuh, juga akan meningkatkan vitalitas dan kesegaran,” ucapnya.
Kemudian selama berkegiatan di luar ruangan, Hermawan menyarankan untuk menggunakan pakaian pelengkap seperti dari tudung kepala dan baju panjang dengan model longgar.
Hermawan turut menyampaikan penyakit lain yang perlu diwaspadai adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Baca juga: BMKG sebut kondisi El Nino picu hujan di NTT
“Hal lain yang menyangkut risiko El Nino adalah munculnya penyakit. Sudah pasti ISPA dan risiko penyakit kulit karena paparan langsung matahari menjadi risiko yang langsung,” ujar dia.
Salah satu penyebab ISPA disebutnya polusi yang muncul dan bisa berdampak pada orang-orang yang alergi. Pada situasi di perkotaan, kadar polusi akan kian tinggi karena ditambah dengan asap kendaraan bermotor dan kekeringan.
Hal tersebut menyebabkan paparan debu menjadi meluas. Situasi itu perlu diantisipasi dengan berbagai kesiapan, ia menyebut contohnya seperti membatasi aktivitas di luar ruangan.
Olahraga sebaiknya dilakukan pada pagi hari, kalaupun harus berkegiatan di luar ruangan masyarakat dianjurkan untuk membekali diri dengan air dan minuman yang dapat meningkatkan cairan tubuh serta memperbanyak berpikir positif.
“Jadi, perilaku hidup bersih dan sehat adalah kunci,” tambahnya.
Baca juga: Kiat mengurangi gejala infeksi saluran pernapasan
Baca juga: Didominasi anak dan lansia, Sudinkes Jaksel tangani 8.600 kasus ISPA
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·