Rektor UII Tolak MBG Masuk Kampus

Sedang Trending 59 menit yang lalu

REKTOR Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Fathul Wahid menolak kampus membangun dan mengelola dapur makan bergizi gratis (MBG) supaya perguruan tinggi menjaga nalar kritis terhadap berbagai kebijakan negara.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Fathul menyatakan kampus punya mandat meningkatkan mutu pendidikan, riset, pengabdian masyarakat, dan menjaga nalar kritis. Kampus seharusnya tidak dibebani peran operasional yang menjauhkan misi strategis tersebut.

Perguruan tinggi tidak boleh menjadi tumbal bagi program pemerintah yang menyisakan banyak persoalan dalam tata kelola, ketepatan sasaran, dan beban anggaran negara. MBG berpotensi menjadi ancaman demokrasi di kampus. "Mengaburkan fungsi kampus dan mengurangi sikap kritis terhadap kebijakan negara," kata Fathul saat dihubungi pada Rabu, 6 Mei 2026. 

Dia menegaskan tidak sependapat dengan pemerintah yang melibatkan kampus sebagai pengelola SPPG dalam proyek MBG. Program itu, menurut dia, menuai kritik dari publik terutama menyangkut anggaran dalam jumlah besar yang berpotensi menekan ruang fiskal dan menggeser alokasi sektor strategis seperti pendidikan.

Proyek MBG mengambil hampir 30 persen dari total anggaran pendidikan. Selain itu, tidak ada jaminan bahwa porsi anggaran terbesar itu menyasar anak-anak sesuai kebutuhan. 

Perguruan tinggi, kata dia, bukan operator program teknis pemerintah untuk mengelola dapur MBG. Pembukaan dapur MBG justru merendahkan posisi kampus hanya sekadar event organizer. 

Buat Fathul ada yang lebih mendesak ketimbang kampus mengelola dapur MBG. Kampus punya pekerjaan besar meningkatkan kualitas riset, memperkuat ekosistem akademik, dan mengejar ketertinggalan global. 

Fathul merupakan satu dari sedikit rektor yang vokal mengkritik proyek bermasalah MBG dalam berbagai forum diskusi maupun demonstrasi. Dia pernah ikut aksi demonstrasi Ibu-ibu Berisik, bagian dari Koalisi Suara Ibu yang mendesak pemerintah menghentikan proyek MBG di Bundaran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta pada 22 Desember 2025.

Koalisi itu memprotes MBG atas keracunan massal yang terjadi di berbagai daerah. Fathul membaca puisi karyanya bertema kritik sosial politik. 

Selain menolak MBG masuk kampus, Fathul pernah ikut demonstrasi menolak Revisi Undang-Undang TNI bersama mahasiswa, dosen, dan aktivis dari berbagai kampus di Balairung UGM pada 18 Maret 2025. Revisi UU TNI memberikan kewenangan berlebih atau memperkuat supremasi militer. 

Sebelumnya, pemerintah meminta perguruan tinggi membangun dan mengelola dapur MBG melalui Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto bersama Kepala Badan Gizi Nasional atau BGN Dadan Hindaya saat meresmikan dapur MBG milik Universitas Hasanuddin, Sulawesi Selatan, Selasa, 28 April 2026. 

Brian mendorong perguruan tinggi tak berhenti pada riset. Menurut dia, kampus perlu terlibat langsung dalam implementasi kebijakan pemerintah, termasuk upaya pemenuhan gizi anak-anak melalui program MBG. Ia berharap langkah Unhas diikuti kampus lain. 

Fathul menyatakan belum menerima surat instruksi menteri agar kampusnya mendirikan dapur MBG. Kalangan rektor secara khusus belum membahas dapur MBG. "Saya belum dengar," kata Fathul.