RI Jajaki Ekspor 200 Ribu Ton Beras ke Malaysia, Nilainya Rp 2 Triliun

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dalam gelaran pelepasan Mudik bersama Bulog di Kantor Bulog, Selasa (17/3). Foto: Widya/kumparan

Indonesia sedang menjajaki ekspor 200 ribu ton beras ke Malaysia senilai Rp 2 triliun. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan saat ini proses negosiasi harga ekspor tersebut masih berlangsung.

“Sudah melakukan negosiasi tahap kedua. Kalau 200 ribu ton itu dikalikan-kalikan aja Rp 10 ribu lah contohnya. Berarti kan sekitar berapa tuh? Rp 2 triliun,” ujar Rizal di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Rabu (6/5).

Selain Malaysia, Rizal menjelaskan saat ini banyak negara yang ingin mengimpor beras dari Indonesia. Namun, ia tidak merinci negara mana saja. Ia menegaskan potensi ekspor ke Malaysia menjadi salah satu fokus Indonesia saat ini.

“Karena memang sekarang beberapa negara juga sudah banyak rebutan untuk beli beras. Mengimpor beras dari Thailand, Vietnam, dan mudah-mudahan dari Malaysia ini akan mengimpor beras ke kita,” kata Rizal.

Petugas mengangkut karung beras di Gudang Bulog Tambak Aji, Semarang, Jawa Tengah, Senin (6/4/2026). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO

Sebelumnya, Indonesia juga sudah melakukan ekspor perdana beras premium sebanyak 2.280 ton atau senilai Rp 38 miliar ke Arab Saudi. Ekspor itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sekitar 215 ribu jemaah haji Indonesia. Ke depan, potensi pasar diperkirakan terus meningkat, mencakup jemaah umrah dan warga Indonesia di Arab Saudi (mukimin) yang jumlahnya mencapai sekitar 2 juta orang per tahun.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan capaian ini menjadi bukti kekuatan produksi dan stok beras nasional.

“Ini adalah ekspor perdana ke Saudi Arabia. Ini momentum yang baik karena produksi kita meningkat. Ini yang kita ekspor. Kita juga sudah menjajaki beberapa negara seperti Saudi Arabia, Papua Nugini, Malaysia, dan Filipina,” ujar Amran

Selain ekspor, pemerintah juga menunjukkan komitmen kemanusiaan melalui penyaluran bantuan beras ke Palestina. “Atas arahan Bapak Presiden Republik Indonesia, beliau memberikan perintah pada kami untuk memberi bantuan pada saudara kita di Palestina 10.000 ton beras,” ungkap Amran.