Rektor UIN Jakarta perkuat diplomasi moderasi beragama di Wina Austria

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Penguatan moderasi beragama tidak cukup hanya pada tataran normatif, tetapi harus diimplementasikan melalui sistem pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan ilmu pengetahuan modern

Jakarta (ANTARA) - Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Asep Saepudin Jahar menghadiri pertemuan internasional yang mempertemukan tokoh agama, akademisi, hingga pemangku kebijakan membahas moderasi beragama di Vienna, Austria, pada 27-30 April 2026.

“Penguatan moderasi beragama tidak cukup hanya pada tataran normatif, tetapi harus diimplementasikan melalui sistem pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan ilmu pengetahuan modern,” ujar Asep keterangannya di Jakarta, Selasa.

Pertemuan tersebut secara resmi dituanrumahi oleh Wali Kota Elke Kahr, yang menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kohesi sosial di masyarakat multikultural.

Dalam forum tersebut, Asep memaparkan praktik moderasi beragama yang dikembangkan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Baca juga: Menag sampaikan dua pesan pada Badan Moderasi Beragama

“Pendekatan menekankan integrasi antara ilmu keislaman dan ilmu umum sebagai fondasi dalam membangun cara pandang keberagamaan yang inklusif, rasional, dan kontekstual,” kata Asep.

Delegasi dari Austria dan negara lainnya turut menggarisbawahi pentingnya dialog lintas agama (interfaith dialogue) dan dialog antarbudaya (intercultural dialogue).

Mereka mengungkapkan bahwa tantangan utama yang dihadapi masyarakat Eropa, termasuk Austria, adalah membangun saling pengertian dan penghargaan di tengah keberagaman identitas keagamaan dan budaya.

Forum ini juga menegaskan peran masyarakat sipil, negara, dan institusi pendidikan tinggi sangat strategis dalam menciptakan harmoni dan toleransi sosial. Sinergi ketiganya dinilai menjadi kunci dalam merespons dinamika global yang semakin kompleks.

Baca juga: Menag kukuhkan Rumah Moderasi Beragama di Wisma Sangha Theravada

Selain diskusi substantif, pertemuan tersebut menghasilkan komitmen awal untuk memperkuat kerja sama antar-perguruan tinggi.

Kerja sama tersebut mencakup pengembangan riset kolaboratif, penyelenggaraan konferensi internasional, serta program pertukaran dosen dan mahasiswa sebagai bagian dari upaya memperluas jejaring akademik global.

Keikutsertaan UIN Jakarta dalam forum ini menegaskan komitmen Indonesia, khususnya melalui perguruan tinggi keagamaan, dalam mempromosikan nilai-nilai moderasi beragama di kancah internasional.

Baca juga: Menag: Bhinneka Tunggal Ika harus jadi kerangka berpikir

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.