Ribuan warga Kuba demo di Kedubes AS atas dakwaan Raul Castro

Sedang Trending 34 menit yang lalu

Istanbul (ANTARA) - Ribuan warga Kuba berkumpul di depan Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat di Havana, Jumat (22/5), untuk memprotes dakwaan Washington terhadap mantan presiden Raul Castro atas kasus penembakan dua pesawat sipil 30 tahun lalu.

Raul Castro, yang kini berusia 94 tahun, menghadapi dakwaan pembunuhan, konspirasi membunuh warga Amerika, dan penghancuran pesawat dalam satu insiden saat jet tempur milik Kuba menembak jatuh dua pesawat di atas perairan internasional.

Demonstrasi, yang menurut beberapa sumber dihadiri lebih dari 200.000 orang itu, berlangsung di luar Kedutaan Besar AS di Havana. Salah satu tokoh senior yang hadir dalam unjuk rasa itu adalah Mariela Castro, yakni putri Raul Castro.

Dalam pidato bernada menantang, Mariela Castro mengatakan negaranya siap melawan musuh kapan saja.

"Mereka (musuh) mengatakan akan datang hari ini. Silakan datang. Kami menunggu di sini," kata Mariela Castro sambil menolak tuduhan kebohongan terhadap ayahnya.

Dia juga mengatakan bahwa tidak ada seorang pun akan menculiknya, yang tampaknya merujuk pada operasi terhadap Nicolas Maduro, presiden Venezuela saat itu, atas dakwaan perdagangan narkoba.

Baca juga: Trump sebut tak akan eskalasi terhadap Kuba usai AS dakwa Raul Castro

Sementara itu, dalam sebuah pesan, Castro mengatakan dia akan tetap berada di garis depan revolusi dengan satu kaki tetap di "pijakan pelana" selama ia masih hidup.

Pesan itu dibacakan Gerardo Hernandez, seorang anggota parlemen, mewakili Raul Castro yang tidak menghadiri demonstrasi tersebut.

Hernandez juga menyatakan respons Kuba terhadap pelanggaran wilayah udara oleh kelompok pengasingan Brothers to the Rescue merupakan tindakan pertahanan yang sah.

Kemungkinan operasi serupa terhadap Raul Castro disebut menjadi kekhawatiran yang semakin besar bagi Pemerintah Kuba setelah dakwaan tersebut diumumkan.

Otoritas Amerika Serikat, Rabu (20/5), mengumumkan dakwaan federal terhadap Raul Castro atas insiden penembakan dua pesawat sipil hingga jatuh pada tahun 1996 dan menewaskan empat orang, termasuk tiga warga negara Amerika.

Baca juga: Mantan Presiden Kuba Raul Castro didakwa di AS, Trump tekan Havana

Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio mengatakan Raul Castro secara resmi telah ditetapkan sebagai buronan Amerika.

Pada 24 Februari 1996, jet tempur Kuba menembak jatuh dua pesawat kecil, yang dioperasikan kelompok Brothers to the Rescue, dan menewaskan empat orang di dalamnya.

Kuba mengklaim pesawat itu berada di wilayah udaranya dan membenarkan penembakan itu sebagai bentuk pertahanan diri.

Namun, Amerika menyatakan pesawatnya berada di atas perairan internasional, dengan didukung Organisasi Penerbangan Sipil Internasional yang menyimpulkan insiden itu terjadi di luar wilayah udara Kuba.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Trump bungkam soal kemungkinan penangkapan Castro seperti Maduro

Baca juga: Miguel Diaz-Canel janji lanjutkan "revolusi" Kuba

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.