Aksi perundungan berbau rasisme kembali mencoreng sepak bola Indonesia melalui media sosial. Kapten Dewa United, Ricky Kambuaya, dan rekan setimnya, Jonathan Pereira, menjadi sasaran serangan verbal oleh oknum netizen.
Insiden ini terjadi setelah pertandingan antara Dewa United menghadapi Persib Bandung pada Senin, 21 April 2026. Seperti dilansir dari Medcom, kedua pemain tersebut mendapatkan komentar diskriminatif yang menyerang fisik dan latar belakang mereka.
Ricky Kambuaya memilih untuk bereaksi secara terbuka melalui akun Instagram pribadinya pada Senin dini hari. Gelandang Tim Nasional Indonesia itu tidak tinggal diam dan langsung mengunggah tangkapan layar akun-akun yang melakukan penghinaan.
Para pelaku diketahui melontarkan kata penghinaan fisik untuk menyerang pribadi Ricky. Alih-alih merasa terpuruk oleh ujaran kebencian tersebut, pemain asal Papua ini justru memberikan tantangan balik yang menohok kepada para oknum tersebut.
"Bagaimana bisa monyet bermain sepak bola di level profesional? Dan bahkan sampai menjadi perwakilan membela negara yang dihuni para manusia. Masih kurang rasisnya, ayo tambah lagi, saudaraku," tulis Ricky dalam postingan di Instagram pribadinya.
Tindakan tegas Ricky ini memicu gelombang dukungan dari komunitas sepak bola Indonesia. Penyerang Timnas, Rafael Struick, terpantau memberikan semangat kepada rekan sejawatnya tersebut di kolom komentar.
Dukungan juga mengalir dari Jerman melalui Kevin Diks, bek Borussia Mönchengladbach. Pemain bertahan tersebut mengaku terkejut dengan perilaku diskriminatif yang masih terjadi di era sepak bola modern.
"Tidak bisa dipercaya (unbelievable)," ujar Kevin Diks memberikan respons singkat atas kejadian yang menimpa rekannya.
Selain Ricky, pemain asing Dewa United asal Brasil, Jonathan Pereira, juga melaporkan pengalaman serupa. Pereira mengaku mendapatkan pesan kebencian yang dikirimkan langsung melalui fitur pesan pribadi di media sosial miliknya.
Berbeda dengan Ricky yang memberikan tantangan balik, Pereira memilih menanggapi tindakan negatif tersebut dengan sikap yang lebih tenang. Ia memilih untuk membalas pesan-pesan rasis tersebut dengan sebuah untaian doa.
"Semoga Tuhan memberkatimu," tutur Pereira dalam unggahannya. Insiden ini menyoroti masih rendahnya kedewasaan sebagian oknum suporter dalam menyikapi hasil pertandingan di atas lapangan.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·