Suporter Real Madrid Soraki Pemain Saat Menang Lawan Alaves

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Hubungan antara Real Madrid dan pendukungnya memanas setelah para suporter menyoraki sejumlah pemain bintang meski klub meraih kemenangan 2-1 atas Alaves di Stadion Santiago Bernabeu pada Rabu (22/4/2026) dini hari WIB.

Cemoohan dari tribun penonton tersebut muncul sebagai respons atas performa tim yang dinilai tidak memuaskan dan ancaman kegagalan meraih gelar musim ini. Berdasarkan laporan The Athletic yang dilansir dari Detik Sport, dua pemain depan andalan yakni Vinicius Junior dan Kylian Mbappe menjadi sasaran utama kekecewaan fan.

Penonton di El Bernabeu menyoraki kedua pemain tersebut hampir setiap kali mereka menguasai bola sepanjang pertandingan. Padahal, Mbappe berhasil mencetak gol pembuka pada menit ke-30, yang kemudian disusul oleh gol kedua dari kaki Vinicius Junior pada menit ke-50.

Aksi penolakan dari suporter memicu respons emosional dari Vinicius yang memberikan gestur permohonan maaf kepada tribun penonton sesaat setelah mencatatkan namanya di papan skor. Pemain asal Brasil tersebut juga terlihat mencium logo klub pada jerseynya sebagai bentuk pembuktian komitmen kepada Real Madrid.

Tekanan dari pendukung tidak berhenti pada pemain depan saja, karena Eduardo Camavinga juga mengalami hal serupa saat masuk menggantikan Aurelien Tchouameni pada menit ke-62. Penonton meluapkan kekesalan kepada Camavinga imbas kartu merah yang diterimanya saat Madrid disingkirkan Bayern Munich di perempat final Liga Champions pekan lalu.

Selain aksi protes berupa sorakan, ketidakhadiran penonton juga mencatatkan rekor baru bagi klub musim ini. Jumlah suporter yang hadir di stadion tercatat hanya 61.468 orang, yang merupakan angka keterisian terendah dalam laga kandang Real Madrid sepanjang musim berjalan.

Ketidakpuasan publik Madrid dipicu oleh posisi tim asuhan Alvaro Arbeloa yang kian terjepit dalam perebutan takhta LaLiga. Saat ini, Madrid mengoleksi 73 poin dari 32 pertandingan dan tertinggal enam angka dari pemuncak klasemen, Barcelona, yang baru memainkan 31 laga.

Kekhawatiran suporter diperparah dengan tren stabil rival mereka, Barcelona, yang menyapu bersih kemenangan dalam tujuh pertandingan liga terakhir. Sebaliknya, performa skuad Madrid dinilai labil setelah sebelumnya tersingkir lebih awal di kompetisi piala lainnya.