Jakarta (ANTARA) - Sejumlah pelaku olahraga nasional seperti atlet angkat besi Rizki Juniansyah hingga mendiang tokoh atletik Bob Hasan dianugerahi penghargaan The Game Changer oleh Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dalam rangkaian Rapat Anggota 2026 di Jakarta, Sabtu.
"(Penghargaan The Game Changer) ini bukan hanya tentang medali, tetapi tentang dedikasi, konsistensi, dan keberanian untuk mengubah keadaan," kata Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari kepada awak media seusai sesi penganugerahan.
Penghargaan The Game Changer dari KOI diberikan untuk 10 kategori. Rizki, yang mengharumkan Merah Putih dengan medali emas Olimpiade Paris 2024, menerima penghargaan Kategori Terbaik dari yang Terbaik.
Safira Dwi Meilani, peraih medali emas SEA Games 2025 Thailand yang baru saja menyabet podium tertinggi dalam Belgium Open Pencak Silat Championship 2026, dianugerahi penghargaan Kategori Atlet Bela Diri Terbaik.
Petenis Janice Tjen yang sempat mencapai peringkat 36 WTA dianugerahi penghargaan Kategori Atlet Olahraga Permainan Terbaik, sedangkan pemanah Diananda Choirunisa didapuk menerima trofi Kategori Atlet Olahraga Akurasi Terbaik.
Baca juga: KOI dukung Menpora perjuangkan anggaran bangun prestasi olahraga
Baca juga: Prabowo berpesan kepada lifter Rizki Juniansyah agar bonusnya ditabung
Selanjutnya, atlet trilomba (triathlon) Martina Ayu Pratiwi yang pulang dari SEA Games 2025 Thailand berkalung lima medali emas dinobatkan sebagai Atlet Olahraga Terukur Terbaik.
Peraih emas SEA Games 2025 Thailand lainnya, Basral Graito Utomo, mendapat penghargaan Kategori Bintang Bersinar atas prestasi gemilangnya di cabang olahraga skateboard.
Penghargaan Kategori Tim Terbaik dianugerahkan kepada Tim Nasional Sepak Bola Putra Indonesia yang untuk pertama kalinya mencapai Putaran 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Kategori Pelatih Terbaik diberikan kepada pelatih tim nasional hoki Indonesia Muhammad Dhaarma Raj yang baru saja mengantarkan tim hoki putra mencetak tiket Asian Games 2026.
Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) menerima penghargaan Kategori Federasi Terbaik.
Sementara itu mendiang Bob Hasan yang malang melintang membesarkan atletik Indonesia dianugerahi penghargaan Kategori Prestasi Seumur Hidup.
Baca juga: Basral!
Baca juga: Prabowo hitung medali atlet Martina, disambut tepuk tangan meriah
Proses pemilihan penerima penghargaan dilakukan oleh tim panelis independen yang telah bekerja sejak Februari 2026. Tim tersebut terdiri atas unsur NOC Indonesia, di antaranya Krisna Bayu dan Richard Sam Bera, serta jurnalis senior.
Penilaian didasarkan pada prestasi di ajang multicabang, kualitas performa dan kontribusi, serta implementasi nilai-nilai Olimpisme, persahabatan, dan rasa hormat, serta aspek tata kelola dan integritas untuk kategori pelatih dan federasi.
Rizki Juniansyah menyampaikan terima kasih kepada KOI atas penghargaan untuk mengapresiasi pencapaian yang ditorehkannya bersama insan olahraga lainnya.
"Penghargaan ini menjadi motivasi besar bagi dirinya untuk terus menorehkan prestasi terbaik bagi Indonesia," katanya.
Atlet asal Banten itu bertekad untuk terus berlatih mengasah kemampuannya agar kembali menorehkan prestasi di panggung tertinggi pada Olimpiade 2028.
Adapun dalam penyerahan penghargaan itu, President of United Through Sports (UTS) sekaligus President of the Alliance of Independent Members of Sport (AIMS) dan Executive Council Member SportAccord Stephan Fox juga memberikan penghargaan khusus Order of Merit kepada IOC Member asal Indonesia yang juga Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir serta Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari atas kontribusi mereka dalam memajukan olahraga serta mempromosikan inklusi, kesetaraan, dan nondiskriminasi.
Baca juga: KOI hadirkan Game Changer Award hargai peran insan olahraga
Baca juga: KOI sambut bergabungnya hoki putra ke kontingen Asian Games 2026
Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Gilang Galiartha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
59 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·